Kecewa itu ngga ada yang enak rasanya, terutama kalau kecewa sama diri sendiri. Rasanya jadi sebatangkara, sendirian. Salah sendiri sih, aku terlalu banyak memaafkan diriku sendiri atas segala yang aku lakukan, yang aku tau tidak ada manfaatnya. Kekecewaanku bertambah karena aku yang membiarkan ini semua terjadi, aku mengizinkannya. And I’m starting to regret all of what I did and there’s nothing I can do to undo it. Kekecewaan ini adalah bukti bahwa aku adalah manusia yang statis, yang stagnan berada di posisi yang sama. Nggak, aku nggak statis. Tapi aku malah bergerak mundur.

Sebenernya ini post sampah aja, because I’m too sad right now and I’ve tried to cope with anything but it couldn’t work. So, sorry for the spam.

*akan dihapus segera*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s