Insecurity

Ban ontel pasti berputar (kalau digenjot atau dipindahkan), pentil ban yang tadinya di atas bisa berada di bawah. Sama seperti kehidupan (terlebih asmara). Beberapa waktu lalu, Huwaida Nabilah dan Putri Ariesanti menyempatkan waktu untuk buka bersamaku. Sepanjang waktu hanya membicarakan tentang betapa aku harus menikmati waktuku bersama Mas Yudha yang “masih” sweet ini. Sampai-sampai mereka membuat lingkaran yang berisi mereka berdua dan Mas Yudha, karena merasa senasib sepenanggungan, sedangkan aku di lingkaran yang sama dengan Andi dan Reza.

“Nikmati, Tin, mumpung dia masih nyariin kamu. Besok kalau lamaan dikit, pasti gantian kamu yang ngemis-ngemis buat ketemu.” – Ariesanti, 2017

**

“Dulu, Tin, dia yang mohon-mohon sama aku. Sekarang? Boro-boro, yang ada aku terus yang ngemis-ngemis. Makanya dinikmatin aja masa-masa sekarang.” – Nabilah, 2017

Sedih mendengar segala kalimat yang terdengar seperti ‘ancaman’ itu, sambil berdoa kenceng supaya Mas Yudha yang aku kenal sekarang tidak akan berubah kecuali ke arah kebaikan.

Aku yang selalu mengulur waktu untuk bertemu, memburu-buru pulang karena jam malam, meringkeskan perjalanan supaya tidak buang-buang waktu, sering tertidur kalau ditelfon, dan lain sejenisnya. Bertemu Huwaida dan Putri membuatku jadi ketakutan, takut kalau Mas Yudha berubah. Meskipun ribuan kali sudah si Mas meyakinkan aku kalau Mas tidak akan berubah, tapi tetap saja…. ban ontel pasti berputar.

Yah, dilihat saja kedepannya bagaimana. Anggap saja warning dari Huwaida dan Putri adalah ancang-ancang awal dariku supaya besoknya siap, supaya tidak mempermasalahkan perubahan tapi justru mengantisipasi, kalau tidak bisa ditanggulangi baru hati diusahakan nrimo.

Tapi, yang namanya manusia… pasti punya banyak kata “tapi ……………………………………..

Ngga akan berubah, ‘kan, Mas?

By the way, rindu setelah sekian lama ngga bertemu sama Huwaida dan Putri akhirnya terbayarkan dengan rumpi-rumpi yang menyisakan kekhawatiran diri…. Aku tetep sayang kalian kok :p

2 thoughts on “Insecurity

  1. dear author, kisah kalian dijadiin novel unyu lo. dibuat short story deh biar enak bacanya. tp bukan sekedar novel, ada pelajaran juga utk membina hubungan dua remaja tiap storynya. masing2 story dibuat macam chapter…..eh kok jd kayak textbook kuliah -..- ya kek gitulah pokoknya. jgn berenti nulis, ditunggu edisi ‘1st experience mas yudha nyuci popok’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s