Maafkanlah..

Ketika kamu sudah berusaha semampu ragamu, tapi keadaan memaksamu untuk patuh pada skenario-Nya..

Ketika kamu mendapati dirimu dihina manusia lainnya, hanya karena hasilmu tidak sesuai ekspektasinya, padahal kamu sudah berusaha sekuat kamu bisa…

Ketika kamu akhirnya juga mendapati bahwa manusia yang menghinamu tadi ternyata lebih pantas untuk dihina karena hasil yang ia berikan buruk dan ia tidak berusaha memperbaikinya…

adalah saat kamu harus ridho dan mengingat bahwa semua yang terjadi sudah atas izin Allaah, termasuk usahamu yang (dinilai) tidak membuahkan hasil itu. Seluruh rangkaian kehidupan adalah bagaikan roda yang berputar. Sekarang kamu dihina, Allaah pun memberi jalan kepada kamu untuk berbalik menghina manusia lain tadi (bisa dengan berganti memaki, atau malah menunjukkan kemurahan hati, pilihan ada di genggamanmu).

Di usia sekarang…………

Hina-lah ia dengan hasil terbaikmu dari rangkaian prosesmu. Dan bermurah hati-lah dengan memaafkan kesalahan ia yang sudah menghina, maafkan juga ia yang tidak mau berusaha untuk mencapai hasil maksimal tetapi menghinamu. Maafkan ia seperti kamu ingin dimaafkan atas segala khilafmu.

Allaah saja Maha Pengampun, kenapa hambaNya bisa sesombong itu dengan menyimpan benci dan dendam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s