Relawan Kongres Pancasila IX

Satu hari setelah selesai menjadi panitia Jajan Pahala Ramadhan 2017 cabang Yogyakarta, langsung bergabung dengan relawan Kongres Pancasila IX di Pusat Studi Pancasila (PSP). Aslinya biar ngga baper sih ini setelah berpisah sama panitia JajanPahala, jadi langsung cari kesibukan lain, hehehe.

Sebenernya lumayan tepar karena agenda yang non-stop berjalan. Di tengah-tengah mengurusi kongres, masih harus ditinggal ke Jakarta untuk pertunangan Inez. Dan harus bolos rapat dan membantu di PSP karena ikut Advanced Trauma Life Support (ATLS) di RSUP Dr. Sardjito. Jadi kalau dihitung, sebenernya aku ikut jadi relawan itu mendekati hari H (hiks).

Seperti yang sudah diberitakan di media massa, Kongres kali ini dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Pengamanan dari Protokoler Istana begitu ketat sampai panitia kewalahan menanggapi segala perubahan rencana. Semua orang yang akan memasuki halaman Gedung Pusat UGM harus melewati metal detector dan dicek barang bawaannya.

Bagian terpusing panitia adalah pada saat pembagian ID card untuk bisa masuk ke halaman Gedung Pusat pada tanggal 22 Juli 2017. Peserta aubade berjumlah 1.100-an, panitia juga ratusan, tamu undangan 300-an, Panitia PPSMB Palapa 700-an, peserta kongres 500-an. Dari pukul 6.00 sampai 8.10 antrian panjang ngga habis-habis, sampai akhirnya registrasi terpaksa ditutup karena Presiden Jokowi sudah mendekati area Gedung Pusat.

Keuntungan menjadi panitia adalah bisa berjalan kemana pun yang kita mau. Dan keuntungan jadi dokter adalah bisa bergabung juga ke Tim Medis, and that’s what I did, haha! Hamdallaah wa syukurillaah, bisa bersalaman dengan Pak Presiden!!

IMG_3541
never in a million years i’d ever dreamt that i could be this close to our beloved Jokowi.

Fun Fact: Pak Jokowi kalau bersalaman selalu melihat ke lawan jabat-tangannya. Meskipun aku ini hanyalah mantan butiran debu di keset-keset RSUP Dr. Sardjito (read: koas), tapi beliau masih mau menatap mataku saat bersalaman. Sudah ngga peduli muhrim, ngga peduli malu, pokoknya maju dan salaman. :)

Penjagaan beliau begitu ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), jadi setelah berhasil bersalaman dan mengambil foto dalam radius 1 meter itu, aku dan Chandra menyingkir dari kerumunan (yang juga keluarnya dibantu oleh Paspamres, saking berjubelnya manusia di sana).

Melihat kerumunan Pak Jokowi begitu dahsyat dan ketat, aku menggeser pandangan ke arah luar kerumunan dan menemukan Sri Sultan Hamengkubuwono X bersanding dengan Prof. Sunjoto.

Sondang, “berani ngga Tin minta foto sama Sri Sultan?”

Setelah pembukaan di halaman Gedung Pusat, peserta kongres memasuki area Balairung UGM untuk registrasi dan dilanjutkan dengan sesi panel di dalam Balai Senat. Keuntungan menjadi relawan yang tidak diberi posisi tertentu (jobdes: serabutan), bisa berjalan-jalan kemana saja, termasuk bisa menjadi peserta kongres, and again, that’s what I did.

Pada saat sesi Bapak Dr. Yudi Latif, Dewi dan aku duduk manis di dalam Balai Senat. Setelah sesi pemberian cinderamata, aku dan Dewi langsung ke depan untuk meminta foto bersama beliau (panitia yang tidak tahu diri). Di tengah-tengah foto berdua dengan Pak Yudi Latif, Papi menghentikan Dewi yang berusaha mencarikan sudut pengambilan foto terbaik, “…ini anak saya, Pak, hahahah…” Kemudian Pak Yudi Latif meminta kami foto bertiga. :”””) (padahal hayati ingin foto berdua, Pi…).

Hari Minggu, 23 Juli 2017 sesi kongres terakhir. Karena sudah tahu pembicaranya adalah orang-orang hebat, aku sengaja tidak banyak menampakkan diri di bagian registrasi atau sekre, karena pasti akan dipusingkan dengan hal ini atau hal itu. Aku dan Dewi (lagi-lagi) duduk manis dan menenggelamkan diri di antara peserta kongres di Balai Senat dan mendengarkan materi dari dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG Bupati Kulon Progo.

Dan selesai sesi pembagian cinderamata, lagi-lagi Titin dan Dewi beraksi, minta foto bersama dan beginilah hasilnya:

Akhirnya semua rangkaian acara Kongres Pancasila IX di Yogyakarta selesai. Panitia dan Relawan Kongres Pancasila ini luar biasa solid dan cekatan. Semoga tahun depan masih bisa ikut kepanitiaan dan ngga disibukkan dengan urusan internship (duh). Semoga yang tergabung di kepanitiaan ini adalah generasi peduli dan generasi yang siap menebarkan kepeduliannya tentang Pancasila ke sekitaran.

Salam Pancasila!👋🏻

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s