ternyata stamina udah bukan kaya zaman SMA.

Lelah bukan main, dihantam agenda bertubi-tubi. Mulai dari JajanPahala2017, Yogya-Jakarta pada 2 pekan berturut-turut karena ada pertunangan Inez, lalu pekan berikutnya ngundhuh mantu keluarganya Mas Guntur. Disambung dengan pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) yang menguras tenaga dan mental selama seminggu penuh. Langsung berlanjut ke kepanitiaan Kongres Pancasila IX. Dan sekarang menjadi tahanan rumah oleh Papi et causa common cold berat.

Kembali lagi, mengingat usia sudah tidak sedikit jumlahnya, tulang juga tidak lentur lagi gerakannya, dan wajah tidak seimut dan sepolos zaman SMA. Sekarang sudah ngga bisa selincah dulu, segesit dulu, se-mobile dulu. Harus ingat umur dan kapasitas diri. Kenapa bisa sampai tumbang? Karena terlalu memaksakan diri dan terlalu sombong berkeyakinan bahwa tubuh ini masih se-sehat saat masih ikut TONTI. Jeblus e balung tuwo, rek.

Sekarang harus bisa mengukur diri, mana pekerjaan yang bisa diambil dan mana yang seharusnya didelegasikan saja atau diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Sekarang bukan lagi masanya menjadi Pembantu Umum atau menjadi Panitia Serabutan. Harus jelas posisi dan tupoksi-nya untuk membatasi diri dari kelebihan beban.

Work smart, not work hard.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s