Jogja untuk Indonesia

Lahir, tinggal dan besar di Jogja merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Selain kotanya yang asri, di setiap sudut kotanya mampu menawarkan senyuman hangat melalui secangkir teh angkringannya. Lampu sentir dan pisang godhog turut menghangatkan suasana Jogja pada malam hari. Angin malam seakan bermain dengan gendang telinga ketika menyampaikan tangga nada musisi jalanan dari perko Malioboro. Setiap pagi … Continue reading Jogja untuk Indonesia

Dirgahayu Indonesiaku!

Tahun ini berkesempatan duduk di barisan undangan sama Papi karena beliau tergabung dalam Parampara Praja DIY. Sebenarnya sudah sejak kapan tahun beliau duduk di barisan undangan tapi saat 17-an si anak yang sok sibuk ini tidak berkesempatan duduk dan mengikuti khidmadnya upacara di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Entah tugas di sekolah (waktu SMA) atau masih menjadi dek koas … Continue reading Dirgahayu Indonesiaku!

Ulang Tahun ++

Lagi super duper ribet ngurusin ini dan itu, kesana dan kemari, mengejar deadline dan memastikan ngga ada yang terlewat, tiba-tiba Mas Yudha yang baru sehari di Solo "merengek" meminta perhatian. Mas: besok pokonya mas mau ikut adek pergi kemana aja, masa lebih seneng tanpa mas gitu sih? Mas: adek kenapa kaya ngga nyaman ngabisin waktu sama … Continue reading Ulang Tahun ++

dr. Amanda Puteri

Kemarin sumpah dokter FK UGM gelombang 2 dilaksanakan di GSP. Super kaya cendol, sumpah padet banget. Setelah berhasil menemukan Izza Zukhrufia (Opek), kami mencari-cari Amanda di tengah-tengah lautan manusia. There! "Beb kamu ya Top 1 Nasional?!" Opek bertanya. "Aku OSCE beb hehehe..." She replied. Gila ya? Amanda Puteri meraih nilai tertinggi OSCE nasional, yang otomatis tertinggi … Continue reading dr. Amanda Puteri

Panik

Selama ini aku hanya meraba-raba apa yang ada di dunia. Menentukan cita-cita pun hanya berdasar penerawangan sekelebat, tanpa ada pertimbangan ini-itu. Bergerak pun hanya karena "kebetulan" berada di situ, dan akhirnya tergerak secara sendirinya. Tapi dalam pergerakan itu isinya hanya meraba-raba, hingga akhirnya menemukan secercah cahaya di depan sana dan mulai menerka-nerka, "inikah jalannya?". Seusai disumpah … Continue reading Panik

Diam-diam aku berdoa agar hari-hariku berjalan seperti hari ke tiga belas bulan kedelapan tahun ini. Meskipun hal kecil namun berarti besar bagiku, adalah hari yang meski tidak ada senyum tersungging secara kentara, namun tiada nyeri di dada. Dan sepertinya aku mulai memahami apa yang aku butuhkan, adalah bukan senyum atau tawa lepas setiap saat, cukuplah … Continue reading