Menua Ternyata Lumayan Jenaka

It’s an irony that getting older is not an exciting journey for me, at all, while it’s an unstoppable process.

Sejak kecil aku dibiasakan untuk tidak menganggap spesial ulang tahun, at least that’s what I believe until today. Pernah, di ulang tahun ke-tujuhku, disaat teman seusiaku ramai mengadakan pesta di rumah mereka, rumahku masih sepi di hari ulang tahunku kala itu. Saat aku menyinggung tentang “pesta ulang tahun” kepada beliau, ayahku hanya menjawab, “bukannya kamu ulang tahun tanggal 5?” dan ibuku menimpali, “bukan, tanggal 7 kok.” Kemudian beliau berdua membuka kembali akte kelahiranku.

Yak, 3 Agustus.

That day until today, I know that there’s nothing special about birthdays.

Seiring bertambahnya usia, dari sahabat-sahabatku, aku mengenal istilah “surprise party”. Betapa banyak atensi ditujukan, begitu banyak doa dan harapan diaminkan pada hari itu.

It’s not the day, it’s the appreciation of someone’s presence in our life that ‘we’ celebrate.

Semakin banyak jumlah angka usia yang mengiringi langkah kita setiap tahunnya, kadang surprise party membuatku merasa “I’ve been there, I’m too old for this”, yang mengekspresikan bahwa aku tidak seharusnya mengharapkan kehadiran sahabat-sahabatku pada tanggal kelahiranku, aku seharusnya memaklumi cepatnya waktu berlari hingga terkadang meninggalkan atensi di belakang sana. I’m not blaming anyone of me feeling this way. I’m very grateful that at least I’ve ever felt the appreciation, the attention, the love from people around me (on my birthday). And I’m not saying that I need to be surprised every of my birthdays, no. I don’t care about gifts nor surprises nor parties nor social media nor even my feelings.

It’s just something funny for me.

Menua ternyata jenaka, bahwa masih senang jika merasakan semangatnya melihat bingkisan kado terbuka, tapi seakan malu dengan usia. Masih senang kalau dipanggil namanya di depan umum dan dinyanyikan selamat ulang tahun bahkan oleh orang yang tidak dikenal sekalipun, tapi kembali lagi, usia sudah tidak belia. Masih senang jika foto diri tersebar di sosial media dan membaca ucapan-ucapan yang panjang, tapi lagi-lagi diingatkan oleh usia.

It’s so funny that we can’t express the love in such ways just because we’re old already. And it’s sad at the same time. 

I’m so glad that people still have their time to send me best wishes, and I thank y’all for that. Maafkan aku yang membalasnya lama, bukan bermaksud tamak, hanya saja ponsel yang katanya smartphone ini ternyata ada juga cetakan yang agak stupid (atau mungkin penggunanya), dan juga deadline menghantui dimana-mana. Sekali lagi terima kasih banyak atas atensi dan doanya. Semoga doa baik yang diujarkan dikabulkan Tuhan dan menjadi kebaikan kalian juga, aamiin.

Tbh, I don’t know what I’m talking about just now. Maybe it’s just the stress that talking. I don’t know. Happy birthday, Tin. Grow up, jangan cuma grow old!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s