Terkadang lisan kita berujar tanpa ada kesepakatan antara hati dan pikiran.
Ketidaksinkronan yang terlanjur didengar hati yang lain, dan dimemorikan otak yang lain.
Sesal sudah tidak peduli dengan nurani.
Berdikari mengoyak hati sendiri dan yang lain.
Terlanjur hancur tiada lipur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s