Diam-diam aku berdoa agar hari-hariku berjalan seperti hari ke tiga belas bulan kedelapan tahun ini. Meskipun hal kecil namun berarti besar bagiku, adalah hari yang meski tidak ada senyum tersungging secara kentara, namun tiada nyeri di dada.
Dan sepertinya aku mulai memahami apa yang aku butuhkan, adalah bukan senyum atau tawa lepas setiap saat, cukuplah hari-hari yang cerah tanpa air mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s