Ulang Tahun ++

Lagi super duper ribet ngurusin ini dan itu, kesana dan kemari, mengejar deadline dan memastikan ngga ada yang terlewat, tiba-tiba Mas Yudha yang baru sehari di Solo “merengek” meminta perhatian.

Mas: besok pokonya mas mau ikut adek pergi kemana aja, masa lebih seneng tanpa mas gitu sih?
Mas: adek kenapa kaya ngga nyaman ngabisin waktu sama mas?
Mas: kapan kita bisa menghabiskan waktu berdua?
Mas: besok mas jemput jam 10.30

I was very upset because he’s like a 5-y-o. Bukan maksud hati ngga seneng kalau ditemenin, tapi karena banyak hal yang dilakukan memang ngga sama pasangan, dan supaya ringkes dikerjakan secara terpisah namun simultan (halah). Lagipula agendaku hari itu lumayan padat dan sangat mobile, aku takutnya Mas Yudha capek dan karena bukan agenda yang berkaitan langsung sama si Mas, dia malah jadi bete (yang harusnya bisa mengerjakan agenda dia).

Singkat cerita kami pun berkeliling Yogya untuk menuntaskan agendaku. Di tengah-tengah beberapa agenda, “Mas adek lupa deh, adek belum makan sejak pagi hehe.” I told him. “Hah? Yaudah kita makan dulu ya. Tadi waktu dari Solo mas lihat ada tempat makan yang ada mojito-nya, di deket Hartono.”

Me: Di sana tapi makanannya apa?
Me: Tempatnya dimana?
Me: Di Hartononya apa di mananya si?
Me: Tapi tempatnya kaya gimana?
Me: Kenapa kita ngga makan aja di Hartono sekalian cari kabel buat Papi?

Karena kesukaan Mas Yudha itu mojito jadi yasudah makan di sana aja, pikirku. Tapi aku harus menemukan apa yang membuatku juga pingin pergi kesana (tetep wkwk). Sesampainya di sana, di parkiran, aku melihat Titha sedang bersama dua orang temannya. “Wah! Ada Titha lagi meeting!” Aku ngga sabar buat menyapa dan memeluk Titha dan meminta Mas Yudha bergerak lebih cepat untuk segera masuk ke Lazy Park, rumah makan yang “ada mojitonya” itu.

Waktu melangkahkan kaki kesana, Titha berdiri dan aku menemukan ada Ichi dan Ulil. Sejenak aku berfikir, “kok mereka pergi bertiga tanpa aku sih?” tapi beberapa detik kemudian aku mengamati dekorasi meja penuh warna merah dan Ulil membawa kue ulang tahun, pada detik berikutnya Titha dan Ichi menyertai menyanyi lagu Selamat Ulang Tahun.

“YA AMPUUUUUN” I laughed hysterically. I’m too stupid to understand the situation, duh. Ternyata mereka bersekongkol dengan Mas Yudha untuk mengadakan kejutan ulang tahun yang dibarengi dengan bridal shower. 

Kami berempat memiliki kebiasaan menunjukkan perhatian dan kasih dengan memberi kejutan ulang tahun setiap tahunnya. Karena sudah menjadi tradisi, kejutan ulang tahun itu udah ngga bikin terkejut lagi, malahan jadi bahan guyonan karena sangat terprediksi segala gelagat dan tingkah laku menuju ke nyanyian “Happy Birthday”. Tapi tahun ini mereka bertiga sukses merangkai kejutan dengan smooth, berkat bantuan Mas Yudha. Tersukses, parah!! Dan ter-usaha karena pakai nyewa vendor segala buat dekor meja. Parah!!

Mas Yudha: Terima kasih ya Titha, Ichi, Ulil, karena bikin Titin ngga marah lagi hahaha.

Indeed, aku marah sama Mas Yudha yang kaya anak kecil merengek meminta harus berdua dengan kata-kata keramatnya, “masa sama mas aja ngga mau sih”. But it feels so natural since Mas Yudha sering merengek seperti itu hahahahahahaha (ampun, Mas).

Terima kasih banyak kesayanganku selalu, Talitha Fredlina Azalia, Nisita Daniswari, Nabila Adnani. Yang selalu ada dan mengusahakan untuk selalu ada. Yang selalu bisa dan membuat semuanya jadi bisa. The truest, the deepest. I love you all!

That day was my happiest day of all August this year, meskipun Agustus belum berakhir. “Sering-sering aja ngasih kejutan, Mas. Seharian nyenengin banget hahahaha.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s