Bridal Shower #2

Rapat Pleno, 20 Agustus 2017. Namanya juga rapat pleno pasti semua yang akan terlibat di acara (apapun itu) diundang untuk hadir dan dipastikan betul paham tentang bagaimana acara akan berlangsung. Karena mengundang sekian banyak panitia pernikahanku, ngga sanggup kalau diundang ke rumah, jadi waktu itu rapatnya di Pacific Resto. Dan ngga terkecuali Pager Ayu dan Pager Bagus-ku juga ikut dalam rapat.

Jadi, Pager Ayu ini isinya adalah sahabat-sahabatku dari TK sampai aku lulus dokter kemarin. Tentunya ada lingkaran yang ngga beririsan, jadi ada diantara mereka yang ngga saling kenal. Harapanku waktu bikin grup LINE untuk mereka (selain memudahkan koordinasi dan komunikasi) juga menyambung silaturahim. Tapi namanya kids jaman now, kadang it feels so awkward ketika belum pernah ketemu in person tapi udah ngebanyol di grup, I think everybody can relate. And I totally get that.

Makanya waktu rapat pleno I didn’t hope so much, cukup mereka bisa duduk di satu meja yang sama, menyimak presentasi dan menyantap hidangan yang disajikan aja udah seneng. But I secretly hope mereka akan bisa membaur dan ngobrol. In fact, setiap aku samperin meja mereka, isinya cuma diem dan mereka kaya kelihatan bingung gitu mukanya, ‘mungkin bingung apa yang harus diobrolin kali ya’, pikirku waktu itu.

Selesai rapat pleno, aku dianterin Sondang sama Chandra buat muterin Kota Gede dan nyari beberapa printilan yang belum kebeli buat hari H. “Eh nanti malem makan cantik bertiga yuk! Di Canting lagi ada diskon lho”, celetuk Sondang di jalan.

Kami bertiga sepakat akan makan cantik malam itu. “I need to reward myself, and it’s time.” I thought, then I agreed. Sejak beberapa minggu sebelum rapat pleno digelar, aku super ribet banget ngurusin segalanya sendirian. Bahkan ada momen dimana ponsel aku matiin karena capek ditelfonin vendor dan ditanyain ini-itu sama semua orang. Secapek itu. Ditambah lagi Mas Yudha juga ngurusin acara Ngunduh Mantu di Solo, jadi makin berasa ngurus semuanya sendirian. (Not recommended, girls. Urusin kawinan tu ya sama pasangan kalau ngga mau tepar #tips1).

Setelah selesai mencari printilan, kami pun bersiap di rumah Sondang. Chandra touch up, Sondang bingung cara pakai eyeliner gimana, Chandra sibuk pakai eyeshadow, Sondang bingung cara pakai kain lilit gimana, Chandra ribet nyari lipstick yang pas, Sondang bingung milih baju yang cocok. And I was sitting there with no energy left, tapi takut kebanting jadi kaya bibik lagi nemenin majikannya makan di restoran mahal. Sondang kept asking me what to wear, which one was better etc. “Sooond kamu kok pakai baju putih juga sih!” Tukas Chandra setelah selesai merias wajahnya.

“Eh ngga apa-apa kali bagus jadi kompak, kamu ada baju putih lagi ngga Sond?” Tanyaku. Sondang akhirnya meminjamkan aku outer pink miliknya supaya dandananku lebih proper malam itu (yang sebelumnya aku cuma pakai celana jeans dan atasan motif batik, as always).

Sampai di Canting, Sondang dan Chandra sibuk minta tolong difotoin di rooftop (kami masuk melalui lift), pemandangannya lumayan sih cuma pencahayaannya kurang. But they insisted me. Whatevs. Sampai akhirnya kelaparanku menjadi-jadi, “Sumpah laper banget woy.” Dan kami pun masuk ke restonya.

Dan di sana, tepat dimana mata meletakkan titik fokusnya, di seberang pintu masuk, berdiri wanita-wanita cantik berjajar-jajar dengan wajah ceria. PAGER AYU-KU!!!!

DSCF8353.JPG

Dan semua puzzle tiba-tiba jadi satu. Mereka yang tampangnya cengo waktu disamperin di meja rapat pleno ternyata lagi bisik-bisik ngerencanain acara malam itu (aku menyediakan tempat rapat dan makan siang untuk mereka rapat). Ternyata mereka udah sekongkol sejak beberapa minggu sebelum Rapat Pleno. Yang tadinya aku mikir mereka ngga akan bisa nyatu, ternyata bisa. Yang tadinya aku mikir mereka bakalan awkward ternyata di belakangku mereka ngerencanain ini semua. Super bingung harus ngomong apa waktu itu. Sondang dan Chandra yang rela nemenin kemana-mana tanpa ngeluh sedetikpun, sampai mau nungguin aku mandi (biasanya ngga mau), sampai nyariin outfit yang pas buat aku, sampai rela dandan malem itu, dan sok-sokan mau ambil duit dulu di ATM sebelum Galeria padahal cuma ngecek saldo doang buat ngulur waktu karena Opek belum sampai di Canting.

I don’t know, they’re just that awesome. Perasaanku? Bahagia luar biasa! Ditambah the loneliness that strikes me that time rasanya kaya hilang gitu aja waktu dapet kejutan kaya gitu. I can still feel the happiness until the minute I post this. Suer.  I’ve never done anything special to any of them. But here’s what I got in return, tons of love and happiness. Bahkan Nurida dari Solo cepet-cepet ke Yogya buat acara ini. Yang habis ujian nasional (UKMPPD) juga disempetin buat acara ini. I can’t thank them enough, I feel so blessed and lucky to have them. Truly.

They even arranged the decoration by teaming up with @fadeoparty and it was included with the photographer and it was so awesome when you have a beautiful moment to always be remembered. Semuanya serba merah and they even stole pictures of me from instagram (always). Dan mereka janjian seragaman putih-krem my forever fave for attire in every occasions lol.

I love them so much and I’m so grateful that I’m in their circle. I’m so lucky and beyond blessed of the life that God gave me now. I shall not waste it. I love You.

FullSizeRender 25.jpg

One thought on “Bridal Shower #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s