Tips & Tricks 1: “Jodohku Masih di Masa Depan”

05db816122636202dbcd07241cb77f6b--couple-wallpaper-wallpaper-iphone
photo source

Banyak deh pasti yang mikir kaya judul di atas, dan berujung pada keengganan untuk mencaritau tentang wedding vendors atau sekadar memikirkan konsep wedding dreams diri sendiri. I know and I totally understand. Aku dulu juga begitu. Kalau dilogika pun ngga masuk kan? Belum ada jodohnya kok cari tahu tentang pernikahan. Nanti malah dinyinyirin Netizen, “eh kon gak ruuuuh, kae si Yayuk wis kebelet pengen kawin, wingi aku ndelok deknen mbukak-mbukak @thebridedept nang instagram e!” (dibaca dengan nada @d_kadoor).

Satu hal yang perlu di-underline, bold, italic, fontnya 72: Ngga ada salahnya untuk tau, dan ngga ada informasi yang sia-sia di dunia ini. Trust me.

Pengalamanku kemarin, aku tunangan 1 tahun 1 bulan sebelum my W-day. Tapi kepotong sama kesibukan koas dan ujian nasional, dan kepanitiaan-kepanitiaan lain (yang kurasa bisa aku handle simultan antara wedding dan kepanitiaan sambil jalan, ternyata engga sama sekali). Tantangan terberat dalam mempersiapkan acara memang waktu. Seakan 24jam sehari seakan ngga cukup saking banyaknya yang harus diurus. Ditambah lagi aku mengurus mostly hampir semua sendiri (bagi tugas sama Mami sih).

Jadi, seperti yang aku tulis di post sebelumnya, bagi kalian yang masih menunggu restu orang tua, masih mau sendiri dulu, atau mau menunggu tanggal cantik untuk menikah, jangan antipati sama informasi seputar pernikahan.  Here we go.

Pertama yang harus kamu jadikan pegangan adalah konsep. Pikirkan secara garis besarnya dulu. Apakah kamu akan menggunakan pernikahan adat atau keagamaan atau western, atau kaya Game of Thrones gitu, atau apapun. Yang penting udah tau konsepnya. Sesekali (ini tricky sih) cari tahu juga keinginan orang tua apa (bagi kalian yang masih makan nasinya orang tua). Tapi kalau dirasa tanya-tanya santai ke orang tua terlalu berlebihan, cukup pikirin konsep aja dulu. Download aplikasi Pinterest atau sekadar baca-baca cerita di @thebridestory. Selain secara garis besar yang dipikirin, tentu kamu punya warna favorit kan, nah ngga ada salahnya untuk membayangkan nanti di hari H pernikahan, kamu mau nuansanya warna apa dan ingin ada details apa.

Kedua, dengerin petuah newlyweds tentang proses persiapan menuju hari H. Terus di-match-in sama konsep kamu, kira-kira vendors yang dipakai sahabat newlyweds kamu itu bisa ngga mewujudkan wedding impian kamu. Kalau kamu ditunjuk sebagai bridesmaids, tawarkan juga bantuan ke bride to be-nya. Supaya kamu jadi ada gambaran sedikit tentang keribetan mengurus pernikahan di Indonesia. Sekalian tanya kisarannya harga berapa, supaya kamu juga bisa persiapan dari segi finansial.

Ketiga, berdoa. Ngga ada salahnya mendoakan diri sendiri supaya dijodohkan Allaah dengan orang yang baik, dari keturunan yang baik, memiliki hati yang baik, rejeki yang baik, dan masa depan yang diperjuangkan juga baik. Meskipun menikah belum masuk dalam prioritas kamu sekarang, tapi jangan sombong sama Tuhanmu. Minta aja, Tuhan yang tahu waktunya, Tuhan yang tahu siapa orangnya.

Simpel kan? Cukup 2 hal yang dipikirkan diwaktu luang mulai sekarang, dan 1 hal untuk dijadikan kebiasaan setiap hari. Kenapa harus mulai dari sekarang? Karena memilih pun butuh waktu. Terutama perempuan. Kalau milih bisa berhari-hari, ditunggu sampai mimpi dulu baru jadi keputusannya. Sedangkan ketika udah ketok palu tanggal pernikahan nantinya, kamu ngga punya berhari-hari untuk mengonsep dan memilih (bahkan milih warna sekalipun). Aku yang punya waktu 1 tahun aja ngerasa kurang, apalagi kalau kamu dilamar dan 3 bulan kemudian menikah (only God knows kan)? Dan vendors itu ngga cuma berusaha mewujudkan wedding dream kamu aja. Kalau udah terburu-buru, kadang jadi asal memutuskan. Nah biasanya nanti vendor-vendor itu akan kerja “asal cepat” aja kalau semua serba mepet, ngga bisa kamu mintain tolong bikinkan ini atau itu. Ujung-ujungnya kamu ngga bisa mewujudkan impianmu yang hanya akan terjadi once in your lifetime, dan kesannya kaya kamu bayar mahal ke vendors for nothing. Ditambah lagi vendor itu akan menyarankan menggunakan konsep yang udah biasa mereka gunakan di wedding orang lain, supaya cepat dan ringkes bagi mereka. Jadinya bukan your wedding dream dong? Hehehe.

Jadi? Konsep – melek terhadap informasi seputar vendor di kota kamu –  berdoa.

Thanks for stopping by! &Good luck. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s