Tips & Tricks 2: “Is He The One?”

As I said before, I’m not an expert, dan memang bukan kapasitasku untuk bicara soal wedding plans, or what to do, or what you shouldn’t do, lebih-lebih tentang choosing the right guy. My husband is not perfect, nobody does. Aku cuma ingin berbagi cerita aja, hanya karena aku udah mengalami. Jadi, jangan jadikan tulisan ini sebagai satu-satunya referensi, cukup tau aja gitu.

Choosing is the hardest part of all. Apalagi perempuan, milih sepatu aja sampai bolak-balik ke tokonya. Dan memilih untuk mempercayakan seluruhnya tentang hidup kita kepada seorang pria itu ngga mudah karena banyak pertimbangan di belakang satu kata, “Ya.”

10.jpg

FAQ tentang keputusan menikah:
1. Gimana kamu bisa yakin sama dia?
2. Apa yang bikin yakin?
3. Kamu udah siap?

MY asnwers are:

  1. Sholat dan berdoa. Nanti hatinya mantep sendiri. Suer! Dan aku ngga ada mimpi, denger bisikan suara, lihat pertanda, merasakan kehadiran sesuatu memberi petunjuk, atau apapun. Rasanya cuma mantep aja.
  2. Rasanya nyaman kalau ada di sekitar dia. Tenang, that’s the word. Meskipun ngga ngobrol, ngga hadap-hadapan, tapi rasanya kaya seneng aja berdua melakukan aktivitas masing-masing. Maybe he completes me? I don’t know.
    Sedikit cerita, aku dulu ingin menikah setelah mapan dan jadi spesialis. Punya pendapat kalau udah menikah ya semua harus disupport sendiri, ngga lagi berlindung dibalik ketiak orang tua. Punya prinsip kalau suami yang baik itu yang minimal ada mobil jadi bisa melindungi istrinya dari terik dan hujan. Dan lain sejenisnya. Tapiiiiii, ketemu dia rasanya kaya ngga perlu lagi nunggu lama-lama. Bahkan kalau (naudzubillaah) harus hidup dari minus, asal sama dia aku mau. Padahal pernah ditawarin menikah sama yang udah mapan tapi hatiku juga ngga “klik”. Wallahu a’lam.
  3. Siap, as I said before, bahkan hidup dari minus asal sama dia aku mau.
    Dan kalau dipikir-pikir sih jelas kami memulai semuanya dari minus. Kami barusan lulus, masih harus internship, sekolah lagi atau kerja dulu. Masih belum jelas nasibnya kaya gimana. Bismillaah-in aja.

Itu. (MTGW)

Sekali lagi, yang dialami dan dirasakan setiap orang itu berbeda. Mungkin ada yang bilang aku ini sangat ngga pantas ngeshare hal seperti ini, mengingat usia pernikahanku yang masih neonatus atau bayi. Namanya juga cuma mau cerita, mau berbagi. Ye kan.

Wallahu a’lam, Allaah Pemilik Hati, Allaah Maha Membolak-balik Hati. Ngga ada yang tau tentang jodoh, tapi semua udah diatur jadi tenang aja. Bagi yang udah punya pasangan, habis baca tulisan ini jangan kemudian ‘merasa-rasakan’, atau malah membesar-besarkan masalah dengan merujuk pada tulisan ini, “kamu tu ngga pernah ngasih aku ketenangan! Mungkin emang bener kamu bukan jodoh aku, kaya yang ditulis titin di blognya!” DUAR!!

Oh iya, dan jangan pernah bandingkan satu orang dengan yang lain ya, termasuk juga membandingkan si dia dengan Oppa – Oppa di Drama Korea. Karena kenyataan ngga seindah Drama Korea, girls! Dinikmatin dan dijalanin aja. Semua akan indah pada…………..hal engga. HAHA! Ngga deng, bercanda. Nanti ketemu dan ngerasain “klik” sendiri kok. ;)

Semoga membantu! :)

One thought on “Tips & Tricks 2: “Is He The One?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s