Tips & Tricks 3: Persiapan Tunangan

Setelah kabar tentang pertunanganku menyebar (which was by accident), lumayan banyak temen-temen seangkatan yang caritau tentang apa saja yang harus disiapkan dan mostly tentang kemasan acaranya. Aku sama Papi-Mami pun waktu itu hanya bisa meraba-raba seperti apa pertunangan itu, karena aku anak satu-satunya dan dulu beliau berdua ngga pakai acara tunangan segala.

Persiapan menuju pertunangan terbilang singkat dan semacam ngga ada konsep atau engagement dream. Dan memang aku pingin acaranya dikemas sesederhana mungkin. Bahkan waktu itu aku masih koas bedah dan Mas Yudha koas forensik (on call, dan sialnya waktu lagi acara pertunangan malah ada kasus HAHAHA!). Jadi, untuk urusan pertunangan ini jangan diambil ribet.

Screen Shot 2017-10-19 at 5.32.21 PM.png

FAQ dan MY answers tentang pertunangan:

  1. Acaranya ngapain sih?
    Perkenalan keluarga ditambah dengan prosesi pakai cincin. Mas Yudha kan udah nembung sendirian (ke orang tuaku ya, bukan ke aku terus bawa cincin terus ngomong, “will you marry me?” sambil jongkok di pinggir kolam). Dan tembungan itu langsung diterima dan bagi keluarga kami prosesi pertunangan itu cuma mengumumkan pada keluarga bahwa kami sudah sepakat untuk menikah.
  2. Harus pakai cincin?
    Ngga ada yang mengharuskan. Bentuknya tali kasihnya bisa apa saja; kalung, gelang, cincin, jam tangan, etc, tergantung kerelaan si calon istri dan kesepakatan dengan calon suami.
  3. Kan laki-laki ngga boleh pakai logam mulia (emas)?
    Betul, Mas Yudha pakai Palladium.
  4. Harus langsung menentukan tanggal?
    Ngga harus. Tergantung kesepakatan kedua pihak keluarga. Kalau keluargaku super santai, jadi waktu ditanyain tanggalnya oleh MC, dijawba sama Papi, “Nanti biar SMS-an saja lewat Mas Yudha dan Titin.”
    Note: sebenernya kalau menurut Islam, pertunangan ini mungkin ta’aruf ya. Nah dari mulai ditembung (ta’aruf) ini sampai kata “sah” nantinya itu ngga boleh terlalu lama. Aku ngga tau persisnya disebutkan berapa maksimalnya apa engga, tapi setauku 1 tahun itu terlalu lama. DAN EMANG BENER YA AMPUN. Trust me when I say, 1 tahun itu lama banget (walaupun kalau dari segi persiapan itu cepet banget). Nanti aku bahas di tulisan lain ya kenapanya ;)
  5. Bawa Sesrahan?
    Aku? Engga. Tapi ada juga yang langsung bawa. Kalau aku kemarin seserahannya digabung waktu akad karena waktu persiapan yang mepet dan ngga ada yang bakal belanja (karena kami berdua koas), dan biar acaranya ringkes aja. Tapi bawanya makanan yang lengket kaya wajik, ketan gitu, sebagai ‘syarat’ aja sih, dengan filosofi supaya calon pengantin dan kedua calon keluarga ini jadi semakin lengket setiap harinya.
  6. Ngasih angsul-angsul?
    Aku? Iya. Cuma roti basah sama kering sih, karena dari keluarga Mas Yudha bawa ‘syarat’ dan beberapa makanan gitu.
  7. Rundown acaranya gimana?
    Jujur, aku bikin sendiri dengan dasar pengalaman kepanitiaan (super ngawur hahaha). Tapi nyatanya tetep sah-sah aja kok. You can copy the word version here.
    Note: file di atas cuma gambaran secara garis besar, bukan patokan saklek ya teman-teman, jadi bisa dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi kalian.

Itu.

Things to mind:
1. Konsep acara
2. Venue
3. Dekorasi dan Lighting
4. Jumlah undangan dan siapa yang diundang dan undangan (biasanya ngga berbentuk fisik sih)
5. Konsumsi
6. Rundown dan MC (plus Cue Card bagi yang memperhatikan hal detail, ada contoh yang aku bikinin untuk Laras, klik disini).
7. Tali kasih (bisa cincin, kalung, jam tangan, dsb), jangan lupa ring bearer ya bagi yang pakai cincin.
8. Dokumentasi
9. Sesepuh yang Nembung/Memberi jawaban dan Pembaca Doa.
10. Sesrahan dan Angsul-angsul termasuk juga tempat naruhnya dan siapa penerima dan pemberinya (selain yang simbolis ya).
11. Sound system dan Mic (usahakan wireless untuk hemat waktu dan menghindari awkward moment).
12. Extravaganza (optional). Bisa juga yang mau ada musik-musik sebagai hiburan acara.

Se-sederhana-sederhananya acaramu, se-private-privatenya acaramu, usahakan sahabat terdekat dikabarin ya. Soalnya aku sama sekali ngga ngabarin sahabat-sahabat. Dan begitu kabar menyebar it hurt them so badly (nyuwun agunging samudro pangaksami *nyembah*). Oh iya, kalau aku ada yang kelupaan nulis atau ada masukan boleh banget PM aku atau leave a comment yaaa.

Semoga membantu dan semoga lancar sampai hari H yaaa :)

One thought on “Tips & Tricks 3: Persiapan Tunangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s