Tips & Tricks 5: “What Should I Order First?”

Setelah bertunangan (bagi yang menunaikan), akan ditentukan tanggal pernikahan. Biasanya banyak pasangan calon pengantin (termasuk aku) yang kebingungan untuk menentukan prioritas order vendors, yang tentunya ngga bisa dilakukan dalam sehari. And actually ngga ada yang saklek dalam persiapan pernikahan. You can order the vendors according to your spare times or whatever your considerations are. Di tulisan ini, aku hanya memaparkan pengalamanku dan menurut sudut pandangku yang sempit ini tentang apa yang sebaiknya diorder terlebih dahulu, dengan pertimbangan: tanggal yang berbarengan dengan acara orang lain karena vendor yang dipilih aku asumsikan sudah punya nama. Jadi, jangan bingung kalau di buku A bilangnya mending ini dulu, atau Budhe B bilang harusnya itu dulu. It’s totally up to you.

Sebenernya it’s easier to have a wedding plan book kaya yang sekarang lagi hits banget itu punya @thebridedept. Kalau ditanya temen-temen itu buku harus dibeli apa engga, aku cuma bisa jawab ngga ada yang mengharuskan. Kalau kamu ada budget lebih ya silakan aja toh ngga ada buku panduan yang sia-sia di dunia. Tapi, kalau kamu kaya aku gini, yang bahkan buat beli Dum Dum Thai Tea aja harus mikir ribuan kali, ya mending baca blog orang ini aja. HAHAHA!

It will be a long writing, so please hang on.

  1. Gedung Resepsi
    Bagi kalian yang ingin menyelenggarakan resepsi pernikahan di hari yang sama dengan akad, then this is the first thing to do. Kalau kalian ingin akad duluan dan resepsi gampang ntaran aja, skip ke step 2.
    Pengalaman aku kemarin, Grha Sabha Pramana (GSP) udah full booked sejak 1 tahun sebelum hari pernikahanku. Dan aslinya tanggal aku resepsi itu udah ada yang booking juga, tapi karena Kersane Gusti dan bantuan kanan-kiri*, alhamdulillaah bisa dapat GSP. Ngga cuma GSP aja, waktu itu Jogja Expo Center (JEC) yang jadi my second list of wedding venue aja udah booked on the date that my family desire.
    Jadi, do as my mom did, sehari setelah bertunangan (belum ada tanggal waktu itu, baru kisaran bulan dan tahun), beliau langsung ke GSP untuk booking. Setelah dikasih tau kalau GSP full, beliau langsung ke JEC untuk lihat kalender JEC. Tips: Harus sediakan waktu luang seharian dan berangkat dari pagi, supaya kalau things went wrong or unplanned kalian masih punya waktu buat lompat ke vendor yang lain.
    Trick 1: Ngga perlu nunggu tanggal, kalau udah ada bulan dan tahun langsung aja ke gedung yang diinginkan dan minta kalender mereka dalam setahun kedepan. Jadi bisa cari-cari tanggal yang pas (kalau keluarga kalian bukan orang kejawen yang pakai hitungan weton atau hari baik). Tapi waktu kan terus berjalan ya, jadi setelah dapat kalender mereka, kamu cuma bisa rapat tentang kapan sebaiknya booking gedung maksimal 1 minggu. Karena ketika kamu pulang dari mengambil kalender gedung itu, at least 3-4 orang juga datang untuk booking. Trust me. It sold out so fast.
    Trick 2: Cari relasi yang bisa put their hands on dalam urusan venue. It helps SO much!
  2. KUA
    Setelah berhasil dapat gedung, langsung ke KUA untuk mendaftarkan diri. Tapi, surat pengantar pernikahan (administrasi KUA) itu hanya berlaku 3 bulan sebelum hari H (misal nikah September, berarti ngurus pendaftarannya Juli). Nah aku akan kasih checklist tentang what to do dan what to bring dalam urusan administrasi di post berbeda ya, biar ngga bingung.
    Tips: Cari gedung itu lebih susah daripada cari tanggal di KUA. Jadi misal udah dapat gedung, langsung aja lari ke KUA untuk “nitip tanggal”, dan ini boleh dari beberapa bulan sebelumnya (aku dari Januari 2017 padahal nikahnya September 2017). Supaya nanti kamu ke KUA tinggal ngelengkapin administrasi aja dan semua berjalan sesuai rencana awal (ngga ada perubahan tanggal gara-gara KUA udah full booked di tanggal yang kamu daftarkan ke gedung).
    Tips: Kamu bisa bayar administrasi KUA via Bank yang ditunjuk KUA, dan hanya di bulan yang sama dengan bulan pernikahan kamu. Semisal kamu masih kental dengan budaya dipingit, tanyakan ke KUA bisa ngga diwakilkan orang lain, karena kemarin aku dikasih masukan untuk pakai surat kuasa segala.Setelah step 1 dan 2 clear, step 3 ke bawah ini ngga berurutan ya, jadi jangan saklek. Kalau ada waktu luang ya langsung datangi vendornya. Kalau yang aku tulis ini berdasarkan pengalamanku kemarin**
  3. Perias
    Karena vendor ini yang paling menentukan lebar senyummu di hari H dan susah banget ngepasin tanggal kamu, you really need to rush to book them. Suer!
    Tips 1: Berdoa terus supaya perias itu adalah jodoh kamu dan saat hari H ngga ada barengan jadi kamu ngga diduain. Because it’s gonna be a hurricane when they have promised another couple on your wedding date. They’ll leave you in the middle of the ceremony and leave their team behind to guide you. WHAT.
    Tips 2: Setelah dapat gedung dan/atau KUA langsung aja ke perias. Cim dulu tanggalnya, dan jangan lupa bilang, “Bu pokonya saya ditemenin dari awal sampai akhir ya”.
    Tricks 1: Muka orang kan beda-beda ya, di instagram si A kelihatan bagus didandanin perias itu, tapi belum tentu di wajah kamu. Supaya kamu yakin betul dengan perias itu, bisa tanyakan juga untuk test make up ke dia. Kadang ada yang bisa, ada juga yang engga.
    Tricks 2: Bring along your relatives or family yang udah pernah pakai vendor itu atau sahabatnya vendor itu, cause it will make a huge difference!
  4. Catering
    Ini adalah sorotan utama tamu-tamu kamu besok. Kalau kamu udah tau vendor catering mana yang udah trusted dan kualitasnya terjaga, cus! Tapi kalau belum tau, kamu bisa minta tolong untuk food testing dulu, entah janjian lagi di kantornya atau kamu bisa datangi pernikahan orang untuk ngicip makanan buatan katering itu. Tergantung kateringnya ya dia menyediakan fasilitas yang mana.
    Terus kadang ada katering yang kalau diorder dalam partai kecil (cuma ratusan tamunya), masakan mereka enak. Tapi begitu partai besar (ribuan), somehow rasanya sedikit berubah (sedikit di sini berarti makes a huge differences ya, because it’s A WED – F-ing – DING!).
    Tricks 1: Rajin-rajin datang ke kondangan teman atau nemenin orang tua kondangan ke kolega beliau. Ambil sedikit setiap makanan dan ambil kartu nama mereka.
    Tricks 2: Selain icip-icip, kamu juga perlu fokuskan perhatianmu pada gedung yang dipakai dan jumlah-susunan gubug yang dipesan pengantin. Fokus ke gedung berarti kamu tau nih kapasitas gedung menampung tamu, dari situ kamu dapat informasi kasar berapa jumlah tamu yang diundang dan berarti katering itu menyediakan berapa porsi. As I said before, kadang ada katering yang ngga stabil rasanya. Selain itu, gubug juga sebagai masukan buat kamu untuk berapa banyak gubug yang kamu pesan dan susunannya (biasanya katering yang udah punya nama mereka akan mengarahkan kamu, they know what to do. Kecuali kalau newbie gitu kateringnya, berarti kamu yang harus sigap ngasih tau mereka).
  5. Penjahit
    Ladies, you know how long it takes to make a dreamy dress for wedding kan yaaa. It takes forever to fit and to put on some details. Selain itu mereka juga lagi diburu-buru sama calon pengantin yang lain. Jadi, di sela-sela menunggu janjian meeting sama vendor, sempatkan ke Jalan Solo atau toko kain untuk berburu kain yang kamu inginkan untuk kebaya atau gaun kamu. Atau langsung ke penjahitnya aja untuk tau pricelist sama mereka menyediakan kain apa dan tunjukkan wedding dress yang kamu mau ke dia, dan tanyakan sebaiknya kamu mencari kain apa dan dimana. Mereka pasti tau. Di sela-sela cari kain untuk diri sendiri, sambil lirik kanan dan kiri untuk cari kain seragam for families and bridesmaids ya ;)
    Tips: Cari kain jangan jauh-jauh dari tanggal pernikahan kamu. Takutnya kalau kamu udah beli kain setahun sebelumnya, ngga taunya rilis kain terbaru yang lebih bagus H-6 bulan. Jadi, lirik kanan kiri boleh lah, cuma sabar dulu. ;) (From: @kirantrilaras).
  6. Souvenirs
    Kalau kamu tipe orang yang malas mencari waktu untuk mendesain, langsung aja ke Pasar Bringhardjo dan cari souvenirs jadi di sana, lalu minta disablonkan nama kamu dan pasangan kamu. Seminggu sampai sebulan udah kelar, tergantung dari jumlah pesanan kamu. Tapi, kalau kamu mau sesuatu yang spesial dan unik sebagai kenang-kenangan, it might takes time to think, design, and produce it. Jadi, jangan mepet-mepet bikinnya supaya bisa minta dibuatkan dummy-nya dulu. Untuk inspirasi bisa lihat-lihat di Pinterest dulu, buaaaanyak banget yang unik sampai nyeleneh di sana.
  7. Undangan
    Pesan undangan itu tergantung dari jumlah yang dicetak dan desain kamu secara keseluruhan. Kadang yang bikin lama produksi itu karena kamu belum deal sama desain yang ditunjukkan ke kamu, jadi banyak revisi gitu. Jadi pikirkan betul undangannya mau bagaimana, mulai dari kertasnya apa, isinya apa, fontnya gimana, logo nama kamu gimana, mau pakai wax seal apa engga, dsb. Dan kalau kamu pingin terima beres tinggal nyebar undangan aja, ada baiknya daftar tamu undangan udah kamu siapin sejak 3 bulan sebelum proses cetak, terutama bagi yang orang tuanya adalah pejabat, jadi kalau ada kurang-kurang tinggal ditambahin aja nantinya.
    Tips: Sebaiknya daftar undangan kamu buat di excel, biar nantinya enak diimport ke word terus dicetak jadi label.
    Tips: Jika label kamu adalah yang transparant, ada masukan supaya nyetaknya 1 lembar kertas full, karena kalau ada 1 label yang udah dilepas kadang suka bikin macet di printer (@kirantrilaras).
    Tricks: Tanyakan ke vendor undangan kamu apakah dengan budget yang ada, kamu bisa mendapatkan (1) undangan sesuai keinginan kamu, (2) buku tamu, kalau iya, jumlahnya berapa dan desainnya bagaimana, (3) terima jadi, maksudnya udah dikasih label dan diplastikin (atau dimasukin mika) sama vendornya, jadi kamu tinggal mendistribusikannya. Lalu kamu hitung ulang apakah dengan harga yang ditawarkan vendor tersebut sesuai dengan apa yang kamu terima nantinya, dan (kalau aku) apakah harga segitu worthy enough buat seonggok edaran yang nantinya akan dibuang.
    Tricks: Pikirkan juga e-invitations yang super membantu ya ;)
  8. Dekorasi
    Setiap gedung pasti punya aturan main sendiri. Mereka juga punya kenalan vendor dekor yang udah biasa kerjasama dan hafal betul aturan dan setiap sudutnya. Begitu juga kalau kamu pakai gedung GSP, mereka akan menyarankan kamu pakai vendor yang udah terbiasa di GSP. Karena GSP itu ada “pakem”-nya sendiri, ada aturannya sendiri. Ngga boleh memaku, ngga boleh memindah ini dan itu, ngga boleh pasang nganu, dsb. Sempat ada beberapa vendor yang ngeyel dan akhirnya udah diblokir sama GSP. Dan mungkin gedung lain juga pernah memblokir vendor tertentu karena tidak sesuai dengan aturan main gedungnya.
    Tips: Ketika mau order vendor dekor, sebaiknya kamu tanyakan dulu ke gedung yang udah kamu pesan, mereka menyarankan vendor mana. Vendor dekor itu sudah biasa dengan medan gedung yang kamu pesan, jadi kalau kamu mau berkreasi sedikit, mereka sudah tau what to do and might help you dan ngga perlu konfirmasi ulang ke gedung which will take some time dan merugikan kamu banget. Ingat, musuh terbesar kamu menyiapkan semuanya adalah waktu.
    Note: I’ll talk about how to choose decoration vendors in Yogyakarta later.
     
  9. Wedding Organizer
    Ini juga ngga kalah ribetnya sama Perias dalam hal nyocokin tanggal, karena mereka akan selalu kelarisan. Jadi, setelah dapat perias kalian bisa langsung cari WO. Nah mereka ini biasanya ada paket-paket yang ditawarkan. Apakah mau dihandle from A to Z sama mereka, atau mau cuma di gedung aja atau gimana. Itu tergantung budget dan gimana kalian maunya. ;)
  10. Documentation
    Kalau kamu order ke vendor fotografi yang lagi hits ya ini lumayan susah juga untuk menyesuaikan tanggal sama kamu. Tapi agak lebih santai mengingat sekarang banyak ahli-ahli foto dengan maha karya mereka.
    Tips: JANGAN cuma pesan 1 vendor fotografi, trust me! Kamu nanti menyesal seumur hidup. Suer! Pesan 2-3 vendor fotografi dari yang mahal sampai murah. Cuma buat back up dan koleksi foto kamu jadi semakin banyak.
    Note: I’ll share my experience about this later. HIX! 
  11. Family & Friends
    Tentunya mereka yang akan banyak berkontribusi dalam membantu mewujudkan your wedding dreams. Terutama your bridesmaids, pastikan mereka hadir di hari bahagia kamu. ;)
  12. Transportations
    Nah ini super tergantung dari konsep dan venue kamu. Kalau aku kemarin pesan Elf untuk keluarga besan supaya meminimalisir slot lahan parkir dan beberapa shuttle untuk wira-wiri dari GSP lantai 1 ke lantai 2, dan wira-wiri emergency (pasti ada).
  13. Accommodations
    Ini juga super optional, tergantung venue dan keluarga kamu. Kamu pikirkan lagi apakah tanggal pernikahan kamu itu saat musim kawin (bulan baik) atau engga. Waktu aku kemarin booking hotel dari 3 bulan sebelum hari H aja udah lumayan susah.
    Tips: Sebaiknya booking hal-hal begini dilakukan segera, supaya kamu bisa fokus ke detail yang ingin kamu maksimalkan. ;)
  14. Salon & Spa
    Ini penting untuk membuat kamu tetap relax dan tetep terawat di tengah-tengah keribetan dunia. Kalau wedding day kamu masih sangat jauh, boleh lah ambil paket wedding. Tapi kalau udah tinggal 6 bulan, sebaiknya ngga perlu ambil paket wedding, karena nanti kamu kesusahan sendiri atur jadwalnya dan ujung-ujungnya ngga keambil semua paketnya (meskipun bisa dilanjutkan sampai setelah wedding, tapi apa esensinya?). Kalau udah mendekati hari H, sebaiknya datang dadakan aja kaya tahu bulat yang digoreng dadakan. Kalau lagi penat banget atau lagi nungguin rapat vendor bisa langsung cus ke salon.
  15. Wedding  Ring
    Hunting wedding ring ini ngga mudah dan melelahkan buat aku pribadi. Waktu tunangan, aku sama suami udah bikin sendiri cincinnya dan kami cukup puas. Jadi, waktu mau bikin lagi untuk pernikahan udah males duluan. Tapi buat kamu yang ingin bikin yang unik gitu, biasanya pemesanan memakan waktu 3-4bulan. Ya disiapkan aja waktunya dan mentalnya ;)

There you go, girls. Silakan dijadikan tambahan informasi, tapi jangan dijadikan satu-satunya acuan ya. Semoga membantu ;)

*With this post I’d like to thank to the people who helped me and my family to use GSP on the date that I and my family desire. And secondly to the person who booked GSP before me and with their kind and big heart let us use GSP and moved to another venue, because of my father. I’m forever grateful to have my father as my father. Without him and his colleague, and the kind hearted person, I won’t be able to use my-forever-dream wedding venue-GSP-on that date. Once again, thank you so much. And Allaah, I can’t thank You enough..

**Aku akan cerita detail tentang pengalamanku kemarin di post yang berbeda. ;)

photo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s