Tips & Tricks 8: Make Up by Ziamafada

Hi! Rasanya kalau udah menjalani hari yang produktif terus pingin lanjut sampai malem ngga sih biar terus produktif? Bahkan pingin ngga usah tidur aja gitu lol lebay maap. Berhubung lagi full of energy, mari kita penuhi janji untuk segera publikasi.

Nah, berhubung post terakhir adalah tentang Pengajian, yang mana dimana periasku adalah the one and only @ziamafada, then I’ll talk about her. Disclaimer: this is not an endorsement, she doesn’t even know that I wrote a review about her talented and magical hands, and I didn’t get anything for this post, and I didn’t write this post JUST because she was my junior high friend. Just so you know aja. Here we go!

Namanya pengajian, pasti imagenya adalah sederhana, sesederhana hati manusia yang bisa mencinta dan menerima kekurangan belahan jiwanya. Dan memang di lingkungan rumahku model pengajiannya ngga ada yang neko-neko, ngaji – salaman – pulang. And it took me weeks to call Kika (how we used to call her back then) to “beat” my face. Long story short, aku akhirnya meminta bantuan Kika di H-sekian pengajianku yang mana adalah haram untuk ditiru, harusnya booking vendor itu jauh-jauh hari supaya masih luang tanggalnya dan ngga dag-dig-dug. ;)

And BOOM!

My neighbors were asking who the vendor was non stop! I’m not even exaggerating! And almost mistaken with another vendor who I work with too. Crazy kan?! I mean, berarti she’s that good gitu loh, bahkan sampai disangka yang dandanin aku pengajian adalah vendor lain yang namanya udah santer terdengar seantero Yogyakarta. Padahal aku hampir menghancurkan karya Kika di wajahku, yang make up-nya udah 98% jadi, cuma tinggal pakai lipstik, then I stopped her,

“Ka, sorry banget, aku lupa. Aku belum sholat….dan belum wudhu….” And she almost cried :(

But magic is magic, that make up didn’t even move with air wudhu, and it stayed until around 10 pm that day from around 3 pm, with of course no cracking AT ALL! Biasanya di smile lines atau di bawah mata gitu pecah, tapi ngga sama sekali lho.

Tips 1: Meskipun kamu hanya melaksanakan pengajian, jangan pernah lupakan dandan, at least pakai bedak dan lipstik dan eyeliner dan alis dan blush on (semuanya ding ya berarti lol), demi kepentingan dokumentasi. Karena memori hanya tinggal selama kita masih bernyawa, tapi dokumentasi akan tinggal sampai anak-cucu kita mengalami fase yang sama.

Tips 2: Cari vendor yang mau mendengarkan kamu, if you know your face well enough to tell her what to do about it. Kaya aku misalnya, kalau yang dandanin ngga ngerti bentuk wajahku, super tricky, bukan cantik tapi jatohnya super galak dan angry face :( nah I told her about it and it was just a piece of cake for her.

Tips 3: Ngga cuma untuk make up pengajian aja sih, untuk every occasion.. Usahakan dandanan kamu ngga mengubah wajah kamu. Meskipun terlihat cantik but if it’s not look like your face kan sedih

Tips 4: Cari vendor rias yang bisa mewujudkan make up flawless yang hasilnya ngga full beat tapi cantik, dan yang jelas ramah kantong. Cuma pengajian guys, ngga perlu yang ber-jut-jut make up-nya.

Tricks: Cari vendor kenalan kamu, kaya temen SMP gitu misalnya, biar lebih enak komunikasi dan meringankan beban ekonomi haha.

Aku share foto pre-edit ya, soalnya foto di post pengajianku adalah yang udah diedit sama sedulurku. Maaf kalau fotonya sama aja tapi tetep dipost, namanya juga (uhuk) perempuan (uhuk). Hope this post didn’t waste your time. ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s