Tips & Tricks 11: Decor by Larasati Yogyakarta

Note: Ini bukan partnership atau paid blog post ya, siapa hamba yekan. Sekadar berbagi pengalaman aja. ;)

Langsung lompat ke acara resepsi di gedung karena banyaknya pasangan calon manten yang menanyakan, “kemarin dekorasi di GSP pakai vendor mana?”. Jawabannya seperti yang di judul: Larasati Decoration Yogyakarta. Awalnya ngga tau-menau tentang dekorasi vendor apa yang bakal dipilih, tapi Kanjeng Mami sudah memilihkan Larasati atas advis dari sahabat-sahabat beliau dan review dari beberapa sedulur yang pernah pakai jasa Larasati.

Dekorasi adalah yang pertama dilihat oleh tamu undangan (termasuk yang suka nyinyir) ketika punya hajat, apapun itu. Jadi, lumayan riskan kalau menekan biaya di dekorasi, menurut ku. Ngga apa-apa mahalan dikit, yang penting puas. Tapi, kembali ke individual preference sih, bagaimana mengurutkan skala prioritas budgetingnya.

_M9A1082.JPG

Pertama ketemu sama Bu Anjas (owner Larasati) kesannya adalah ramah, sabar, dan bisa diajak diskusi. Ternyata kesan itu sampai detik aku ngetik tulisan ini masih tetap sama. Beliau akan dengan sabar mendengarkan dan berusaha mewujudkan your wedding dreams. Banyak yang bilang sih kalau Larasati terkenal mahal di Yogyakarta…. tapi guys, ono rego ono rupo sih menurutku. Karena, ngga bohong, sampai detik ini aja masih banyak yang nanyain dekorasi resepsiku sambil memuji keindahannya (hamdallah). Terpenting adalah kamu bisa bersahabat sama orang vendornya, karena itu sangat mempengaruhi mood kamu menjalankan tips & tricks ini. Beberapa mungkin udah pernah kalian baca di posts sebelumnya ya:

Tips  1: Pakai prinsip buka usaha, guys, ATM, alias Amati Tiru Modifikasi.
Amati dengan rajin-rajin datang ke kondangan orang, tapi kalau diundang aja, jangan bonek (bondo nekat). Jangan cuma datang aja, tapi amati betul dekorasi keseluruhan dan mendetail, karena nanti waktu order vendor, kamu akan ditanyai dekorasi yang kamu mau dari pintu masuk sampai pintu keluar kaya gimana.
(1) Pintu masuk, (2) Meja Buku Tamu, (3) Sudut-sudut kosong mau diisi apa, (4) Photo Booth (kalau ada), (5) Red Carpet menuju pelaminan untuk tamu umum dan tamu VIP, hiasan sepanjang jalannya, (6) Dekorasi di belokan red carpet, (7) Dekorasi pelaminan.

Tricks 1: Ambil kartu nama dekorasi, biasanya disediakan di meja buku tamu.
Tricks 2: Dokumentasikan dekorasi yang menurut kamu bagus dan pengen ada di acara kamu. Kalau malu, suruh pasangan kamu buat ngefotoin.

Tiru dekorasi yang kamu mau dengan tanyakan ke vendor inceran kamu bisa apa ngga bikin model-model begitu.

Tricks 3: Misal kamu suka vendor A, tapi ngga sesuai budget kamu, yaudah minta vendor lain yang sesuai kantong kamu bikin dekorasi serupa aja. Hasilnya bisa ada 3 kemungkinan: (A) Apik alias bagus banget, (B) B aja alias biasa aja, (C) WTF?!
Meskipun nanti hasilnya masih menduga-duga, tapi kan udah usaha.

Modifikasi dekorasi yang udah ada menjadi “gaya kamu” banget. Jadi, semisal vendornya sama, tapi kalau dilihat tetap ada bedanya. Antisipasi siapa tau ada admin lambeturah ikutan njagong kan.
Oh iya sedikit cerita, setelah acaraku kan besok paginya dipakai untuk pernikahan juga. Nah, karena loading time dari dekorasi ngga cukup untuk bongkar-pasang di resepsi setelah aku, jadinya acara setelahku menggunakan vendor dan dekorasi yang sama kaya punyaku. Katanya sesama itu, persis. Sedih sih aku kalau jadi orangnya, banget (sedihku bukan karena konsep/dekorasiku disamain sama orang lain, tapi aku sedih kalau ngga bisa mewujudkan keinginanku).
TAPI, hal ini sebenernya udah diinformasikan sejak jauh-jauh hari oleh vendor gedung dan dekor. Misal nih, misal, terjadi sama kamu (bukan ndoain), at least minta mereka untuk modifikasi/mengubah sedikit entah letak bunga, warna bunga, atau apanya, supaya ngga menimbulkan kesan sama persis. ;)

Tips 2: Teliti sebelum membeli.
Jadi, setelah pertemuan pertama membahas KONSEP dan gambaran kasar tentang acara kamu, nanti vendor akan membuat proposal. Nah di situ kamu perhatikan betul harga-harganya. Kalau kamu anak konglomerat, yaudah skip it. Tapi, kalau kamu cuma butiran jasjus kaya aku, baca setiap huruf dan angka yang tertera. Karena bisa jadi ada harga yang bisa ditekan. Kaya aku kemarin harga buket bunga itu bisa mahal banget, padahal bisa aja ditekan dengan beli buket bunga sendiri, dsb.

Tips 3: Jangan pernah males untuk diskusi dan negosiasi.
Kalau bisa ditekan budgetnya, negosiasikan aja. Bagus ya bagus tapi jangan bikin kita kurus (karena jadi ngga makan gara-gara duitnya habis buat kawinan).

Tips 4: Lihat fotonya.
Ini wajib ain hukumnya. Jangan cuma dibayangin, harus lihat bentuk fisiknya. Kalau ngga ada waktu buat dateng ke kondangan, lihat dokumentasi yang vendor itu punya. Warna kainnya, bentuk kainnya, dan sebagainya. Kalau perlu digambar biar sama persepsinya.
Kalau aku kemarin emang pengennya sepi aja, ngga usah kemruyuk, tapi ternyata dikasih bunga-bunga sama Bu Anjas, but it turned out sangat indah dan memukau dan megah. Dan di tembok belakang pelaminan, biasanya kan dikasih kain warna-warni gitu, aku ngga mau dan pengen dibikin hitam polos dikasih bintang-bintang aja biar kesan ada suasana malem bertabur bintang dan biar ngga bikin migren tamu yang lihat. Jadinya seperti yang di foto ini ;)

cpnn4322.jpg
The best sih Bu Anjas (Larasati)

Tips 5: Don’t push it.
Pengalamanku sih beberapa vendor di Yogyakarta itu bekerja berdasarkan kebiasaan. udah ada templatenya gitu. Ini sepertinya ‘adat’ ngga tertulisnya orang Jawa. Makanya jarang diantara mereka yang mau bikin konsep baru atau yang harus bikin mereka mikir dan rapat berkali-kali. Selain mereka juga melayani clients lain, mereka juga belum punya pricelist untuk memproduksi konsep baru. Jadi memang agak susah untuk menyisipkan konsep baru yang bener-bener baru dan memakan waktu lama.

Tricks 4: Mulai order dari jauh-jauh hari dan attach sama 1 orang dari vendor itu. Bicarakan konsep baru kamu dan mulai negosiasi. Pantau dan dampingi terus proses pewujudan konsep kamu. Memang jadinya makan waktu dan tenaga banget, tapi kalau kamu mau extra, ya monggo ;)

**

Udah sih itu doang. Oh iya, untuk yang nanya harga aku agak banyak lupa dan nota/in voice pada ngga tau dimana, dan sebenernya itu rahasia perusahaan. Jadi mungkin minta pricelist aja ke vendornya langsung biar tau lebih banyak. Cuma kalau Larasati memang seperti yang dibilang orang-orang, lumayan pricey. Tapi dengan segala pujian yang aku terima sampai detik ini kurasa worth it banget, karena memang itu kan yang dimau pengantin? Kesan baik di hari baik mereka. Dan aku bersyukur sih pakai Larasati dengan Bu Anjas yang sangat memfasilitasi kemauanku banget dan sangat sabar sama orang ribet kaya aku.

Dan cerita aja nih, beliau bener-bener mendatangkan bunga segar buat acaraku. Jadi, bunga dari ujung pintu masuk sampai ke pintu keluar sama di setiap sudut GSP adalah bunga segar SE-MU-A-NYA! Terbaik!! Dan konsepku kan super Jawa-Yogya klasik gitu, beliau menawarkan di pelaminan pakai joglo yang masih baru dari Larasati. Dan jadinya bagus banget, meskipun jogloya makan space lumayan banyak buat jalan salaman, tapi seneng dan puas lihatnya. Matur nuwun sanget, Bu Anjas. :*

Jadi, tergantung budget kamu aja girls. Tapi sebagai yang udah mengalami rasanya seneng kalau vendor-vendor yang dipilih ternyata memang bagus dan menerima banyak pujian. It’s like.. a huge success to me personally.  Satu hal yang perlu ditanamkan di hati: ACARA INI CUMA TERJADI SEKALI, tapi lambe nyinyir ngga akan berhenti. Jadi, setiap kemalasan melanda, kamu bisa bangkit lagi. :)

Hope it helps! Maaf kalau kepanjangan. Let me know what tips & tricks you want read next! ;)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s