Tips & Tricks 12: Undangan Pernikahan #1

Agak ngebut update-nya ya guys, keburu masuk internsip dan ngga sempet bikin tulisan lagi hiks. Langsung aja kita bahas tentang undangan pernikahan. Untuk membuat undangan pernikahan, pastikan kalau kamu udah punya bekal:

A. Konsep acaramu, konsep undanganmu dan kalau bisa udah ada contoh dalam bentuk foto atau fisik (Termasuk juga jenis kertas, warna kertas, ukuran kertas, dsb).
B. Jumlah undangan
C. Tanggal rencana distribusi undangan (untuk nge-push vendor biar cepet jadi).

Sebenernya vendor undangan ini sangat tergantung personal preference dan budget, karena kalau aku pribadi  pengennya sih undangan yang super simpel, pesan tersampaikan dengan baik, kertas yang sederhana aja soalnya bakal dibuang, ukurannya juga yang wajar aja. Tapi pengen ada kesan Jawa-Yogyakarta yang bold & pakai warna merah-putih biar nasionalis. Bahkan awalnya pengen bikin yang ada cap lilin kaya di Game of Thrones gitu tapi berhubung harganya mahal banget (ngga sesuai sama alokasi dana dari Menteri Keuangan keluarga alias Kanjeng Mami) jadi yaudah lanjut ke plan B aja.

IMG_5359

Oh iya, aku ngga hunting vendor invitation karena memegang asumsi, “cetak doang ini, pasti sama aja”. Ternyata SALAH BESAR! Nah di sini aku akan membeberkan kesalahan apa aja yang aku perbuat, dan tidak untuk diulang oleh kalian. ;)

Tips 1: Hunting vendor
Cari vendor yang menawarkan kualitas prima tapi harga mahasiswa. Bisa tuh cari tau lewat temen-temen yang udah duluan menikah. Bandingkan harga dan fasilitas yang mereka dapat, apakah sesuai atau engga.

Tricks 1: Tanyakan sedetail mungkin supaya ngga dikibulin
(1) Bisa bikin dummy dulu sebelum DP? Kalau ngga bisa, harus bisa. Ngga deng.
(2) Bisa bikin desain ini atau itu? Semisal jadi di vendor itu, apakah dapat free: kartu pengganti buku tamu? Kartu di box souvenir? Kartu pengambilan souvenir? Denah? Buku Tamu? Jumlahnya bisa dilebihin for free?
(3) Jumlah undangan X proses produksi berapa lama?
(4) Kalau sewaktu-waktu minta tambah undangan, harga berubah ngga? Jadi berapa? Kenapa?
(5) Bisa cetak berkala? Untuk tamu undangan di luar kota, misalnya.
(6) Labeling dari vendor bisa? Kalau bisa, labeling dari Excel atau pakai Photoshop? Biasanya pakai label transparan/biasa? Ditempel di undangannya atau di plastiknya?
(7) Undangan yang kita terima including plastiknya kan? Udah diplastikin siap edar atau harus kita sendiri yang mlastikin?
(8) Kalau desain dari kami, situ tinggal nyetak harganya berapa? Masa sama aja? Halo?!
*dan lain sebagainya, aku lupa huhu. Besok kalau inget aku update*

Intinya tanyakan semuanya di awal sebelum DP. Nanti kalian sedih kaya aku guys, harus nyetak label sendiri karena bakul e ngga familiar sama cara bikin label dari Word yang tinggal import dari Excel. Tapi dia bisanya bikin manual satu per satu dari Photoshop, kan ya kalau tamunya se-Indonesia Raya merdeka, ngga jadi kawin aku guys, gur ngenteni nggawe label tok. Terus aku harus nempelin label sendiri dan masukin undangannya sendiri ke plastik. Nganti boyoken rek.

Lalu untuk distribusi undangan, karena super mepet banget cetak H-5 KONIKA, cetak label dan nempel dan masukin ke plastik dilembur sampai ngga tidur, jadinya morat-marit. Banyak yang belum menerima undangan. Lalu Papi meminta bantuan rekan-rekan beliau (diambil satu atau dua per lingkaran) untuk mendistribusikan undangan. Emang sengaja ngga pakai elektronik atau via WA, semuanya bentuk fisik supaya ngga membludag tamu undangannya.

Nah yang poin 8 di atas itu lumayan jengkel sih aku. Soalnya yang bikin desainnya dari 0 sampai jadi itu adalah aku dan Mas Yudha (mostly si Mas sih), dan literally vendorku cuma nyetakin. What the f. Bayangken aja kami desain sendiri, nyetak label sendiri, nempelin sendiri, mlastikin sendiri, ngedarin sendiri (yaiyalah kalau ini), tapi harganya sama aja kaya dia yang nge-desain. Tapi yaudah ngga apa-apa, berhubung ngga ada percetakan yang sanggup nyetak undangan jumlah banyak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dengan hot print dan jenis kertas yang aku mau jadi ya dihitung sedekah aja. Tapi sedekahnya kebanyakan sih ini mana bukan untuk kaum lemah tak bersalah pula. *nangis di pancuran*

Tips 2: Bikin time table bersama
Setelah ketemuan sama vendornya, buat kesepakatan deadlines jadi kamu tenang, dia pun senang. Ini akan aku bahas di Tips & Tricks selanjutnya ya karena lumayan panjang.

Tips 3: Bikin tabel di excel
Usahakan circle pertemanan yang berbeda ditaruh di sheets yang berbeda, jadi memudahkan pendataan ulang. Kalau aku kemarin kaya gambar di bawah ini. Jadi tabel itu aku cetak dan aku sertakan bersama undangan fisik yang akan didistribusi, untuk memudahkan tim distribusi sih, jadi mereka laporan ke kita pakai daftar yang udah kita buat gitu. Kenapa di Excel? Untuk memudahkan labeling, tinggal import ke Word.

Tamu Undangan.jpg

Tips 4: Pisahkan tamu VIP dan non-VIP
Pastikan undangan terdistribusi dengan baik, jalur khusus kalau perlu. Jangan sampai kaya aku, sampai-sampai Bupati Sleman ngga dapat undangan. Untung aja Nudia dapat undangan karena temen kuliahku. Huhuhu, nyuwun agunging samudro pangaksami untuk tamu-tamu agung yang tidak dapat undangan, bukan maksud kami demikian :”(

**

Segitu aja kayanya yang perlu diperhatikan, ini aja udah kepanjangan. Intinya jangan sampai dikibulin vendor ya guys. Nanti kalau ada update aku langsung tambahin disini ya, jadi kalau lagi iseng boleh mampir lagi, siapa tau ada tambahan. ;)

Semoga membantu :)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s