Beranikah Berjudi dengan Kehidupan?

Terlalu banyak hal yang harus dilakukan dan diselesaikan dalam sebulan (atau dua bulan) ke depan, dan cukup membuat saya meragukan kemampuan saya. Ditambah banyaknya hal baru di dunia kerja. Sulitnya beradaptasi karena setiap orang memiliki kepentingan yang berbeda, meskipun dasarnya sama, kepentingan pribadi.

Saya belum pernah merasa sesendiri ini, seterpojok ini, sesedih ini, seragu ini dalam menyelesaikan pekerjaan, atau dalam mencapai tujuan saya. Memang benar, manusia tidak bisa hidup sendiri.

Keraguan yang menyeruak ke permukaan sekarang bukanlah keraguan baru, melainkan segala yang sudah terpupuk sejak lama. Sayangnya, tanah di hati ini terlalu subur untuk ditanduri keraguan diri, maka jadilah saya seperti ini. Meskipun sejak di bangku SMP saya memilih untuk mengikuti jejak Agnes Monica, tapi sekarang segala idealisme mulai luntur terbentur kenyataan yang “lentur”.

Kita semua punya telinga untuk mendengar, tapi kita punya otak untuk memilih mendengarkan yang mana. — Agnes Monica

Kehidupan di dunia terlalu “impossible” untuk dilakoni, meski belum siap bekal untuk mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s