Tips & Tricks 16: My Wedding Photos

Foto adalah gambaran kenangan yang tertuang namun tak dapat diulang. Tolong dibaca dengan format underline, bold, italic, font-nya 142, distabilo,

“tidak dapat diulang.”

Itulah kenapa memilih vendor fotografi dan videografi adalah salah satu hal yang krusial dalam mempersiapkan hari H pernikahanmu. Bagiku pribadi (yang sudah melalui proses pertunangan dan pernikahan), lebih penting kamu memikirkan dokumentasi yang baik ketimbang acara yang megah dan mewah tapi tidak dapat terdokumentasi dengan baik. Bukan untuk dipamerkan ke sosial media, tapi untuk diceritakan kepada anak-cucu kelak. Kalau ada rejekinya, ngga apa-apa jor-joran di dokumentasi (asal you get what you paid for), ketimbang menyesal di akhir nanti.

UP ON THE BLOG NOW (1).jpg

Setiap vendor fotografi pasti punya tone dan tempale masing-masing. Tergantung preferensi kamu suka yang mana. Kalau lebih suka yang bright dan colorful ya cari di instagram yang bisa mewujudkan keindahan menurut versimu. Lalu jelaskan pada vendor itu foto apa saja/siapa saja yang ingin kamu abadikan. Misal, keluarga besar yang udah jauh-jauh datang, bridesmaids yang udah capek-capek dandan, dan every single details yang udah kamu bikin semaleman: gifts, cards, decorations, etc. Untuk beberapa vendors kekinian, udah paham lah dia harus ngambil momen apa atau hal-hal yang mengandung unsur keindahan, jadi ngga perlu dibuatkan list. Tapi ada beberapa vendors yang kerjanya berdasarkan “template”. Jadi, mereka hanya fokus pada yang “biasa” mereka kerjakan. Contoh: biasanya main focus foto ada di pelaminan, yaudah mereka fokus aja di sana, tanpa membagi tim untuk candid tamu/keluarga besar, etc. Mungkin bisa membagi tim tapi nanti kena charge mungkin, ngga tau juga, bau-baunya sih iya.

Jadi, tips & tricks-nya secara garis besar cuma:

  1. Jangan cuma ambil satu vendor dokumentasi dan kerahkan bala tentara untuk foto candid kamu dan keluarga kamu
  2. Mahal ngga masalah (asal you get what you’ve always dreamt for)
  3. Bikin list siapa dan apa yang mau diabadikan, serahkan pada vendor dan WO supaya ada PJ-nya
  4. Pastikan vendor dokumentasi HADIR saat rapat kecil maupun pleno, sehingga mereka tahu betul acaranya dan mereka harus gimana
  5. Briefing sebelum acara dimulai
  6. ALOKASIKAN WAKTU UNTUK FOTO BERDUA SAMA PASANGAN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA. :)
  7. Cari vendor foto yang sesuai dengan selera kamu. Apakah kamu mau jadi main focus dari semua foto yang ada, atau kamu juga ingin sekitaranmu juga terdokumentasi dengan baik.

Belajar dari pengalamanku kemarin, aku cuma pakai satu vendor dokumentasi for the entire proccession. Alhasil aku cuma bisa mendapatkan sedikit dokumentasi (menurutku ya) dan sejujurnya kurang sesuai dengan ekspektasi ku ketika melihat nota dan soft file yang aku dapatkan.

It was great, I mean hey, Kencana isn’t bad at all. The picture above was from Kencana, bagus kan? Cuma belum dipoles aja. Ya, they are professional in their field for so many years. Hanya saja, untuk anak 90-an yang hidup di zaman milenial sekarang, aku merasa akan lebih bahagia kalau foto-foto yang diberikan ke aku lebih banyak dan candid yang disodorkan ke aku adalah yang pantas untuk dicetak, bukan versi mata ketutup satu atau lagi bengong atau lagi nguap, even though they can be edited.

Tapi, kembali lagi seperti yang aku bilang di atas, setiap vendor memiliki kecenderungan masing-masing. Maybe taking candid photos was not their specialty and they have their template for wedding ceremony documentations already. Hal lain, mungkin karena mereka vendor besar, they got no time for several meetings or briefings, yang berakibat pada tidak tersampaikannya impian-impianku kepada mereka.. Jadi, kesalahanku juga kenapa aku hanya mendapatkan foto seperti yang ada di dalam hardiskku sekarang, karena aku ngga bisa meraih mereka untuk duduk bersama dan mendengarkan impianku (yang berujung pada: sampai detik ini aku belum mencetak foto-foto dari Kencana karena aku masih terjebak pada pikiran, “KENAPA CUMA ORDER SATU VENDOR DAN TERNYATA ………. banyak yang aku impikan seumur hidup ngga terabadikan………..”).

What’s bugging me so much? Aku adalah tipe orang yang sangat menghargai momen, apapun itu, terutama kebersamaan dan kehangatan. Dalam acara besar, sudah pasti ada “kehangatan” tercipta di sana. And I wanted it all to be well-documented. Tapi sepertinya vendor semacam Kencana ini hanya berfokus pada pengantin atau yang berada di panggung saja, jadi budhe/pakdhe, sahabat-handai taulan dari Papi-Mami dan aku tidak terdokumentasi dengan baik. Salah satu contoh (yang bikin nyesek…banget) adalah saat selesai iring-iringan kirab pengantin menuju pelaminan. I’ve pictured it perfectly in my dream every night before I went to bed, bahwa pager ayu dan bagus ku akan berjajar rapih dan terdokumentasi dengan apik, bahwa bridesmaidsku yang berhijab, yang mengiringi di belakang barisan keluargaku akan terdokumentasi dengan indah. Tapi tidak ada. Bahkan saat Manggalayudha sedang memberi laporan bahwa iringan sudah selesai, bridesmaidsku berbaris dengan rapi menghadap ke pelaminan dan terlihat cantik dan indah di mataku. I wanted to jump from the stage and took their photo, but I was positively thought that those pretty bridesmaids were documented by Kencana, automatically. Tapi…………. keindahan itu hanya bisa aku simpan dalam memoriku tanpa bisa kalian lihat how beautiful it was. AND NONE OF THE BEAUTIFUL MOMENTS CAN BE REPEATED. Aku cuma bisa berdoa semoga aku ngga demensia atau cidera kepala supaya memori indah itu masih bisa tersimpan dalam otakku, aamiin.

Yasudah, not Kencana’s fault.. Mungkin memang tipe Vendor Kencana ini lebih “fokus” pada pengantinnya, sedangkan mungkin di luar sana banyak vendor foto yang juga fokus pada momen dan keindahan spontan yang terjadi di sekitaran pengantin.

Aku berharap kalian ngga salah tangkep, aku puas sama foto-foto dari Kencana, hanya saja aku punya kepinginan untuk dokumentasi sesuai yang aku mau kan, nah itu ngga bisa aku dapatkan di Kencana. Itu aja sih. Tapi overall bagus kok hasil fotonya, yaiyalah secara Kencana gitu, dengan kecanggihan lensa mereka, dsb. Tunggu aku post hasilnya ya, bagus-bagus banget. Kalau kamu orang yang berduit dan suka menjadi fokus utama dalam acaramu, pakai Kencana ngga akan menyesal. ;)

Ingat, kamu nikah cuma sekali dan ngga mungkin terulang lagi. The make up, hair do/hijab do, keluarga besar yang datang, bridesmaids yang siap membantu, dekorasi dan details yang kamu buat, etc. TIDAK AKAN PERNAH TERULANG. Jadi, dokumentasikan sebaik mungkin!!! Karena sekarang, semua keringat yang keluar untuk mewujudkan details dan segala macemnya hanya bisa aku tanam baik-baik di memori otakku tanpa bisa aku tunjukkan pada anak-cucuku kelak (pun dengan kalian). Dan itu menyakitkan, at least for me. Kalau bapak/ibu kalian bilang, “pake satu vendor aja yang paling bagus” JANGAN MAU. Kalau kakak kalian bilang, “ngapain heboh banget pake dua vendor atau lima fotografer buat acara dua hari doang”, EDUKASI KAKAK KAMU SEGERA DENGAN KASIH LINK BLOG INI. Trust me, kamu ngga akan pernah menyesal dengan banyaknya foto yang tersimpan dalam memori hardiskmu sampai running out of space.

SATU LAGI! Kalau diajakin selfie di pelaminan IYAIN aja! Semoga membantu and no hard feelings here. Good luck!

maaf bukan maksud marah-marah, tapi ini serius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s