The Rules: Do No Harm

Belakangan di IG Story bertebaran pendapat tentang fitur baru di instagram: “ask question”. Perdebatannya tentang “siapa yang seharusnya bertanya” di fitur itu. Mungkin karena instagram memberi judul “ask me questions” jadi beberapa user menginterpretasikan fitur itu sebagai sarana supaya user itu yang ditanyai netizen, sejujurnya aku pun berpikir demikian. Padahal terbalik, harusnya user yang bertanya kepada netizen, dan netizen merespon pada kolom yang tersedia. Intinya fitur itu memudahkan user yang meminta opini netizen tanpa harus repot-repot screenshot dan menyamarkan nama netizen saat membagikan ke publik, aku pun baru tahu.

But for me personally, social media is just for an escape and for fun, nothing serious. And it has no rules on how we should use the features. Aturannya cuma satu: DO NO HARM. Dah gitu aja. Ngga usah ribet sama gimana seharusnya fitur itu digunakan, atau sampai ngata-ngatain orang segala. Let them be. Akun juga punya dia, kalo ngga suka ya di-mute aja. Beres kan? Lagian receh banget, ribut cuma ngurusin hal yang bahkan ngga merugikan negara atau menghilangkan nyawa seseorang gitu.

IMG_1685.JPG

Ya ngga?

Sadar ngga kalo sebenernya ada banyak hal yang lebih penting dan lebih membahayakan di sekitar kita ketimbang fitur baru di instagram story? Contohnya ya seerti gambar di atas: jalur alternatif yang iklannya ada di radio, di pinggir jalan, yang ngga sepi pengunjung. Itu apa ngga lebih salah kaprah?

Tak kasih tau:

(1) Tua itu ngga ada obat, karena tua itu bukan penyakit.
(2) Kanker itu perlu pengobatan, biasa dioperasi, radioterapi (radiasi/sinar), kemoterapi (chemo=chemical/obat).
(3) Diabetes itu ngga bisa disembuhkan, bisanya dikontrol dengan obat dan pola hidup dan makanan.
(4) Prostat itu bukan penyakit, itu nama organ, kalo penyakit dari organ prostat itu bisa prostatitis, benign prostatic hyperplasia atau yang lebih parah adalah kanker prostat, dan itu perlu obat.
(5) Katarak itu perlu operasi kalau ingin melihat dengan baik dan indikasi operasi itu tergantung klinisnya, usianya, biayanya. Obat yang diminum bukan buat ngilangin kataraknya tapi buat mengurangi keparahannya aja.

Intinya jangan berantem untuk urusan yang ngga penting. Terpecah hanya karena urusan receh. Silakan ditimbang bobot hal yang diributkan: A = cara menggunakan fitur baru di instagram dan B = pengetahuan tentang kesehatan yang mungkin mengancam jiwa.

Yuklah Indonesia, mbobot sithik. ;)

***

Side notes: aku ngga tau kenapa Dinkes diem aja sama iklan-iklan menyesatkan kaya gitu. Atau mungkin they’re working on it tapi orang-orang terlalu membandel? Atau mungkin udah ada regulasinya bahwa boleh mengiklankan informasi tidak benar? Atau mungkin aku yang kurang update ilmu, bahwa sebenernya TUA, KANKER, DIABETES, PROSTAT, KATARAK, DSB itu bisa disembuhkan tanpa obat dan operasi. Dan aku selalu penasaran, orang-orang yang membuka usaha “alternatif” itu apa mereka bisa tidur dengan nyenyak setelah mereka memakan uang dari orang yang sedang tertimpa musibah (sakit) dan memberikan informasi menyesatkan yang bisa saja membahayakan nyawa orang lain?
Aku bukannya kontra sama jalur alternatif, aku cuma gemes sama alternatif yang mengklaim bisa “menyembuhkan”, karena satu-satunya Penyembuh itu ya Allah. Dan buat apa kami sekolah capek-capek jadi dokter kalo jalur alternatif itu nakut-nakutin masyarakat untuk pergi ke dokter. Dibilangnya kami selalu memberi “ZAT KIMIA YANG BERACUN” lah, dsb. Ya bener, obat ki zat kimia tapi kalo dipake dengan aturan yang bener dan tujuan yang tepat insya Allah bisa membantu. Kecuali nek minum obatnya ngawur atau semau gue, contoh: orang hipertensi (darah tinggi) tapi minum obatnya kalo pas bergejala. Nanti kalo udah ngga ngerasa pusing-pusing, obatnya ngga diminum dan larinya ke alternatif karena merasa lebih “aman” minum ramuan dari alternatif yang bahkan ngga tau isi ramuannya apa, terus pas tensinya sampai 210/110 mmHg dan bicara pelo, tangan sama kaki kanan ngga bisa digerakin baru ke IGD terus minta pertolongan dokter. Pas ditanyain jawabnya ngga jujur, ngga mau ngaku kalo habis dari alternatif soalnya takut dimarahin dokternya. KLASIK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s