Baper?

Setelah jaga 3 bulan jaga IGD dan mendapat predikat “internship pemanggil” dan dibisiki kalimat-kalimat di atas setiap akan-sedang-sudah jaga, rasanya bukan baper yang mendominasi. Malam itu, dibela-belain keburu-buru dari nikahan Anend di Madukismo, menuju IGD untuk jaga. Absen dan operan jaga dengan masih komplit pakai baju kondangan, yang didapatkan adalah banyaknya pasien dan gerutu dari perawat dan bidan dan dokter definiti (yang notabene dapat uang setiap kita periksa pasien, dan internship sifatnya hanya membantu jadi ngga dapat sepeserpun). What.

Respon dari netizen rupanya….. sesuai prediksi: mengingatkan untuk sabar dan jangan BAPERAN. *sigh* Tapi ada satu respon yang wow dari Reisha, yang sampai bikin polling tentang postinganku apakah itu verbal abuse atau bukan, dan sampai mendapat concern dari followers instagramnya bahwa maybe I have something deeper to make me in tears.

Well, a lot has been happen these two years. A LOT. But I managed to live this long with no mental illness (that need medication lol), I think that’s what I feel so proud of myself. Thank God. Makasih buat yang udah kasih support, udah concern, udah ngingetin buat sabar. Insya Allaah. :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s