Bali #1

Berangkat dari Adi Sucipto International Airport hari Minggu, 16 September 2018, direct flight jam 07.25. Alhamdulillaah on time. Sampai di Ngurah Rai International Airport langsung order GrabCar yang sebenernya ngga boleh, tapi kami belum tau soalnya waktu order si Bli-nya minta ketemuan di area penjemputan, so we thought it was legal lol.

Dari bandara langsung menuju ke Deva Bali Apartment di Kerobokan, Seminyak. Tempatnya cozy dan homy banget. Jadi itu model-model studio apartment gitu. Dengan harga ngga sampai IDR 200k per malam, udah bisa dapat fasilitas:

  1. Kamar seukuran studio apartment
  2. Kitchen set and utensils for two
  3. Kulkas
  4. Kamar mandi dalam beserta toiletries minimal dan handuk besar for two
  5. Tempat jemur pakaian
  6. Kasur yang besar dan empuk
  7. Sofa dan coffee table
  8. TV
  9. Breakfast setiap jam 8-10 pagi dan bisa dibawa ke kamar
  10. Rooftop with a city view
  11. Rental motor (bayar terpisah), yang ngga harus mengembalikan dalam keadaan full tank.

Selain itu, petugas di sana juga ramah dan cukup helpful. Lokasinya ada di Seminyak, jadi banyak bule dan lumayan macet di jam-jam tertentu. Tapi ketika udah masuk di kompleks apartemen, suasananya jadi hening dan tenang banget, cocok buat istirahat selepas pergi keliling Bali seharian. Udah gitu kemana-mana juga deket.

Ngga lama setelah sampai, kami langsung tancap gas dengan rental motor Vario IDR 120k untuk 2 hari dengan dua helm. Berhenti sejenak di Bakso Malang pinggir jalan untuk mengganjal perut. Dapet rekomendasi dari hampir semua temen-temen yang aku konsulin tentang destinasi cafe di Bali untuk mampir ke Kynd yang ternyata super deket banget dari apartemen kami menginap. Sampai di sana, beruntung banget pas ngga ramai jadi cuma nunggu meja dibersihkan dan langsung bisa duduk di luar dan dapet meja corner yang bagus.

Di Kynd Community kami harus pesan minimal IDR 100k per person. Menunya? Londo banget rek. Kami pesen minumannya Salted Caramel Freakshake sama Vitamin Me, untuk makanannya kami pesen Leo sama Aspey Toast (satu plate bisa dua varian rasa gitu, harganya nanti dirata-rata), sama french fries juga. Ratingnya 4.5/10 (monmaap, ilat jowo iki rek). Nilai 4.5 itu dihasilkan oleh dua minuman yang kami pesen + french fries (the best) + ambience. Toastnya….. buat icip-icip aja lah. Kalau harga.. karena yang jajan bule jadi ya wajar dituthuk begitu. Bakal balik ke situ lagi? Engga, karena masih ada cafe lain yang bisa dikunjungi.

Lanjut lagi ke pasar seni Kuta untuk berburu tas rotan dan topi pantai (yang belum kesampaian siang itu). Setelah beberapa menit menghabiskan waktu di pantai, kami moving ke Jimbaran, tepatnya di Menega Seafood Jimbaran. Denger-denger sih seafoodnya enak banggget dan super fresh, sampai pengunjungnya harus reservasi dulu kalau mau makan di situ. Berhubung aku anaknya spontan uhuy, jadi memilih untuk mencoba keberuntungan. Alhamdulillah dikasih izin sama Yang Di Atas untuk makan di sana dan dapat spot bagus tanpa antri dan bisa sampai dinner romantis :”)

Kami sampai di Menega sekitar jam 4 atau setengah 5 WITA, pas restonya buka. Sampai sana pesan makan di pintu masuk dan langsung mencari tempat duduk. Di tepi pantai dong tentunya. Karena masih siang-sore gitu, mataharinya masih berapi-api menyinari dan Menega ini ngga menyediakan payung di mejanya, jadi kudu siap sunblock wajah sama badan kalau mau makan di tempat itu sejak restonya buka dan kalau ngga mau item. Di menu ada paket IDR 190k per person dapet lobster, udang, kerang, ikan, nasi, minumnya lupa deh dapet apa engga. Kami pesen ala carte aja biar murah meriah :p

Ratingnya 8.0/10. It was soooo geewwd! Ditambah suasana yang mendukung dan ditemani suami yang super duper luvly! Harganya emang worth it, you get what you paid for gitu. Bakal balik lagi? Insya Allaah iya! Anyways, waktu di kasir ngga sengaja lihat bill antrian depan-depan ku, bayarnya sampai jutaan gelasih, kami aja ngga sampai IDR 300k lol (bahkan lebih mahalan pas makan di Kynd, hiks).

Pengalaman ini adalah pertama kali seumur hidupku bisa makan di tepi pantai sambil menikmati indahnya langit berganti warna. It was so beautiful and peaceful.

The photos above just don’t do it justice. It was magical and surreal and felt so warm and beautiful inside my heart. It was a great memory to keep, indeed.

**

Setelah dari Jimbaran kami kembali ke Kuta untuk menyusuri pertokoan di sepanjang jalan sambil menikmati suasana (meskipun aku agak cranky karena ketakutan tanpa sebab as always). Tapi si Mas selalu bisa menenangkan dan tetep bisa ngajak untuk happy-happy :’). Selepas itu kami pulang untuk istirahat dan persiapan perjalanan berikutnya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s