Happy Wedding, Laras-Irka! #GeneGelem

IMG_5708 2.PNG
source: IG Story Mba Pipiem

HAHAHA! Hashtag #GeneGelem emang paling tepat untuk selebrasi hari pernikahan Laras dan Mas Irka, 6 Oktober 2018 lalu. Kenapa? Sini tak ceritain…

Kalau ngga salah inget, dulu sekitar tahun 2013, waktu Papi sakit dan “menjadikan” Bangsal Amarta RS Sardjito sebagai “rumah kedua”, temen SMP ku–Anggi–membesuk Papi di RS. Dan suatu ketika waktu membesuk lagi, Anggi membawa sahabatnya yaitu Mas Irka. Anggi dan Mas Irka ini alumni Smada alias SMA N 2 Yogyakarta. Singkat cerita, si Mas Irka ini sedang berusaha mendekati sahabatku waktu kuliah (that happens to be my cousin from my mother’s side) yaitu Laras dan aku dikenalin pertama sama Mas Irka waktu di perpus, oleh Laras sendiri wkwk.

Aku kenal Mas Irka juga karena Anggi. Aku tahu dia orangnya lugu, ambisius, nasionalis, perfeksionis, kutu buku, Apple addict ya setelah tau kalau dia suka sama Laras. Tapi aku sama sekali ngga tau gimana cerita persisnya kok Mas Irka bisa suka sama Laras, atau sejak kapan. Cuma tau kalau Laras itu adik kelasnya waktu SMA dulu (Mas Irka 2009 dan Laras 2011).

Dari kisahku di atas, sejak 2013 sampai 2018 berusaha mencuri hati Laras, kira-kira dah tergambar belum perjuangan Mas Irka itu ngga mudah? Kurang? Nih aku kasih detailsnya (yang aku tau)..

Mas Irka itu kalau chat Laras via Line cuma dibales singkat, padat, tepat, jelas, lugas, terpercaya dan yang dibales itu cuma yang ada tanda tanyanya. Udah gitu dibalesnya bisa tiga hari kemudian, atau seminggu kemudian (wkwkwk kaya pernah tau ini kisah siapa…. read: aku, lol). Setiap ditelpon sama Mas Irka ngga pernah mau diangkat, alesannya ada aja: HP di tas, HP di kamar, lagi belajar, lagi meriksa pasien, lagi sama Bapak Ibu, dsb. Herannya, Mas Irka ngga berhenti berusaha. Di momen-momen spesial Laras pasti dia udah mbingungi sendiri, kira-kira Laras mau dikasih apa. Pernah tuh waktu Laras ulang tahun, aku dichat Mas Irka, “Tin, kalau aku ngasih kado ini buat Laras kira-kira gimana? Lebay ngga?” *mengirim gambar kalung (atau gelang) emas putih bertabur berlian* And he meant it, not just bluffing or showing off. Sempet juga mau ngasih handbag dari designer terkenal, tapi aku lupa. Ya pokoknya udah tergila-gila banget dia ke Laras. (Btw aku ngga tau jadinya barang apa yang dikasih ke Laras soalnya Mas Irka emang sukanya cuma nanya terus ngga ada konklusi karena aku juga ngga bisa ngasih solusi terus udah. Laras juga kalau ngga ditanya anaknya males cerita wkwk). Kalau Laras jaga (pas masih koas), tiba-tiba Mas Irka nelponin Laras, ternyata udah ngebawain donat Jco buat menemani malam-malamnya Laras berjaga yang sering kelaparan (ups). Kalau Laras mau ujian selalu dikasih asupan gizi atau apapun yang bikin Laras semangat belajar. Dan masih banyak lagi.

Waktu aku mengajukan proposal KKN ke Mas Irka, tahun 2015, dia tanya ke aku, “Tin, menurut kamu Laras mau ngga sama aku? Aku tu suka bingung e sama Laras, kadang ngobrol bisa enak banget, kadang aku cuma ditanggepin seadanya. Aku harus gimana lagi ya Tin?”. And I was shook. Gilasih ni orang se-serius-itu sama Laras. And I gave him some tips & tricks, the do and don’t to get Laras’ heart (sotoy banget). Setelah itu aku udah jarang banget komunikasi sama Mas Irka dan kami udah jarang kumpul bareng Countries DNA, salah satu organisasi yang diinisiasi, diketuai, dimotori, dan didanai oleh Mas Irka wkwk.

Laras’ POV?
Kalau ditanya, “Ras gimana Mas Irka?”, jawabannya selalu, “sehat wkwk.” But the real tea is waktu Laras masih kelas 1 SMA, dia udah ngefans sama Mas Irka. Bahkan setiap Mas Irka lewat atau berkegiatan, Laras selalu kesengsem dan spontan nyeletuk guyon, “ayangkaaa” alias bentuk plesetan dari “ayang Irka” WKWKWKWK. Ngga percaya kan? Tapi itu dinilai Laras cuma ngefans-nya anak kelas satu SMA ke kakak kelas. Waktu dideketin sama Mas Irka, dia jadi ragu sama perasaannya sendiri dan memang manuver-manuver yang dilakukan Mas Irka untuk mencuri perhatian Laras kadang emang bikin orang mengelus dada dan ngekek sih, soalnya polos banget orangnya sampe harus diajarin dulu kudu begini kudu begitu wkwk (maap ya mas terbuka aibmu disini). Dan setelah seribu purnama, akhirnya Laras luluh juga… Suatu hari sebelum hari ulang tahun Laras, Mas Irka ngechat aku:

Mas Irka (MI): Tin, kalau ulang tahun Laras besok ini aku kasih cincin gimana menurutmu?
Me: MAU DILAMAAARRR??!
MI: Hehe ya pengennya sih gitu.. Tapi Laras nanti ilfil ngga ya sama aku?
Me: Lah, sebelumnya udah diobrolin belum tentang itu?
MI: Nah itu masalahnya Tin, dia tu kalau tak ajakin ngomong serius atau tentang nikah tu selalu mengalihkan topik dan kaya nanti-nanti gitu e..
Me: Waduh, lha dipastikan dulu aja mau ngga anaknya. Ntar tiwas udah dibeliin cincin ternyata anaknya ngga mau gimana…..
MI: Oh gitu ya?
Me: Eh tapi ngga apa-apa juga sih dicoba dibeliin cincin, siapa tau anaknya mau……
MI: Oh gitu? Jadinya yang mana Tin? hehe
Me: Duh aku jadi bingung juga… gimana dong…

Akhirnya obrolan itu terhenti tanpa ada konklusi. Tapi aku tau hasilnya setelah Laras cerita sendiri dan tiba-tiba ngasih undangan “dresscode” untuk engagementnya. OMG! #GeneGelem

IMG_5744.JPG
Sengaja pake foto ini biar captionnya ikut diaminin pengujung blog ini :)

Setelah lamaran, Laras sama Mas Irka harus LDR karena Mas Irka melanjutkan sekolah ke luar negeri.

“Pas tau mau ditinggal gitu rasanya biasa aja, kaya yaudah gitukan. Tapi pas besoknya dia mau berangkat, kan aku jalan sama dia, aku nangis coba di mobil. Rasanya sesedih itu. Bahkan kalau dia telpon aku masih sering mbrambangi hahahaha.”

— Laras, setelah dilamar.
#genegelem

Akhirnya perjalanan panjang Mas Irka dan Laras untuk saling menemukan bisa berujung baik dan membahagiakan. We wish you both a happy life together, aamiin!

 

I love you to the fullest, Ras! Bahkan di setiap prosesimu kamu tenang banget, malah aku yang deg-degan, yang sentrap sentrup nangis…. (barengan sama Dhani sih meweknya wkwk nyari temen). Seseneng itu tau kamu bersama orang baik yang kesetiaan dan rasa sayangnya udah teruji dan ditempa jarak dan waktu. I’m so happy for you both! Bismillaah, semoga kalian bisa jadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah aamiin. Khusus buat Mas Irka, inget terus sulitnya perjuangan mendapatkan Laras sampai akhirnya membuahkan hasil yang sesuai dengan doa-doamu. Jaga dan bahagiakan Laras & keluarganya. Titip Laras ya :”) *mau nangis ngetiknya* Sekali lagi.. congratulation Kirantri Larasati & Muhammad Irka Irfa’ Darojat!

IMG_5521
#GeneGelem
ps: mohon maaf waktu resepsi ngunduh mantu aku ngga bisa kasih testimoni
(padahal katanya udah dipanggil-panggil diari atas pelaminan)
soalnya barengan kondangan lainnya jadi langsung pindah.
Aku kasih testimoni disini aja ya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s