Usaha

Hi!

Sebentar lagi selesai internship (magang), dan masih belum tau mau jadi apa (prok-prok-prok). Plans sih ada, tapi semakin kesini rasanya menjalani hidup udah ngga “ngoyo” lagi, lebih ke “let the world surprises me” aja. Pengen sekolah lagi? Iya. Pengen kerja? Mungkin ngga sampai setahun ya. Pengen di rumah aja? IYA BANGET! Tapi aku tau, aku pasti bakalan sakit-sakitan dan stres sendiri kalau di rumah aja.

Ngelihat temen-temen seangkatan yang udah pada daftar CPNS, ketrima kerja di RS, ketrima sekolah di luar negeri, fokus ngurusin baby, rasanya bikin sedih sendiri. Kaya… aku ngapain?

Tapi namanya hidup tu ya gitu.

Anyways, aku sedang berusaha menguji peruntungan di bidang selain kesehatan. Salah satu bisnis yang udah berdiri adalah jualan baju di toko online @eloka.store. Harapannya sih waktu internship stase bangsal bisa sambil dagang, soalnya selo banget. Tapi Allaah berkehendak lain.

Sekarang bikin usaha lagi bikin photobook (yang aku belum berani launching karena laptopku masih belum bisa diajak kerjasama). Plannya sih membantu temen-temen yang pengen mengabadikan memori bahagianya dengan album foto berbentuk magazine yang kekinian. Sempet dipublish juga contoh photobooknya sama Chandra, dan udah banyak yang pada tanya ke aku siap order. Tapi lagi-lagi Allaah berkehendak lain, dengan lemotnya laptopku.

Ya mungkin rasanya belum ada hasil sekarang, dan dengan kalimat demotivational dari Papi, “kamu itu ngga ada bakat dagang, dek. Ngga usah aneh-aneh.”

Tapi menurut aku, itulah seninya hidup. Kalau kata P!nk, “You gotta get up and try, and try, and try”.  Ngga ada salahnya mencoba, toh di dunia ini ngga ada yang sia-sia. Karena (1) daun berguguran aja atas seizin Allah dan (2) daun mati yang berguguran tadi bisa jadi pupuk kompos nantinya. Jadi, why not? Mungkin rasanya kaya buang-buang duit untuk modal. Tapi ngga apa-apa namanya juga usaha. Allaah Maha Tahu.

Terus kalau orang bilang “rejeki itu udah ada yang atur”, ya memang benar, tapi kita tetep harus berusaha untuk mendapatkan dan menjaganya. Takut ngga laku? Wajar, tapi harus yakin kalau rejeki itu udah ada yang atur. Ada 50 pedagang brambang di pasar, duduknya berjejer-jejer. Tapi mereka semua laku dan dapat untung. Apa namanya kalau bukan rejekinya udah diatur? Tinggal usahanya aja.

Kenapa aku mencoba usaha di bidang lain? Karena menurut aku profesi dokter itu profesi penyedia jasa dengan basic keilmuan. Jadi, aku pribadi punya cita-cita untuk ada kerjaan sambilan yang bisa menghidupi keluargaku, tanpa mengganggu niat ibadahku membantu orang lain. Itu sih. Wallahu a’lam. Semoga aja dipermudah jalanku, aamiin.

Segitu dulu update dari mamah (wkwk, ngga tau kenapa aku sekarang suka membahasakan diriku “mamah”dan kembali memanggil semua orang dengan “bep”). See you soon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s