Be Kind!

Namanya manusia, kadang kalau posisinya lagi di atas sering lupa kalau hidup itu (1) cuma sementara dan (2) ibarat roda, selalu berputar. Inilah yang membuat manusia berbuat seenaknya dan berkata semaunya kepada manusia lain (yang dirasanya) lebih junior daripada dia atau saat dia sedang merasa ngga butuh bantuan orang tadi.

Pengalaman hari ini, 18 November 2018, saat shift jaga pagi bangsal, rasanya membuktikan itu semua. Sedikit membuka aib masa lalu ya….

Waktu aku SMA, sempat ada drama asmara telenovela yang diikuti oleh siswa-siswi lintas SMA sampai ke mahasiswa-mahasiswi lintas jurusan di UGM (mungkin lintas perguruan tinggi juga, idk). Singkat cerita, aku yang masih cupu kelas 2 SMA “diserang” melalui twitter (and maybe other platforms too, idk) oleh kakak kelas yang barusan masuk kuliah hanya karena salah paham. Dikiranya aku merebut cowo orang, padahal cowo itu ngakunya ke aku kalau dia zomblo. Dan aku tau kalau ternyata cowo itu masih menjalin hubungan spesial dengan orang lain setelah usia pacaranku sekitar 3 bulan, itupun aku tau dari salah satu sobiku. So, it was clear to me kalau cowonya yang salah, not me neither did she (the upset ex girlfriend).

Kisah amukan massa melalui Twitter saat itu masih tertanam jelas di benakku. Tapi herannya, sama sekali aku ngga dendam ataupun sakit hati. Mungkin karena aku tau akar masalahnya adalah salah paham, atau mungkin aku dulu terlalu lugu (read: dungu). Syukurlah aku dulu disibukkan sama OSIS, TONTI, Rohis, dan kumpul-kumpul rumpi sama ceciwi, jadi ngga punya waktu buat balesin haters di twitter. Paling sesekali aja ngecek, terus udah (and I’m still so proud of my decision untuk ngga ngegubris hinaan mereka). Yang ngamuk malah sobi-sobi aku dan my ex, si empunya masalah.

Saat praktikum (jaman kuliah S1 dulu), diasisteni sama kakak kelas (yang namanya ngga perlu disebutkan di sini), dan dia langsung nyamperin aku buat minta maaf saat praktikum sedang berlangsung. I said, “Mas, you only know my name, not my story. Why did you come at me? I didn’t even know you.”

“I don’t know, habis pada rame-rame di Twitter gitu aku jadi ikutan hehe, asik sih” he said, maturely.

“For your information aja mas, dengan mas ikut-ikutan ngatain, yang you said cuma having fun aja, itu ada orang lain di ujung sana yang tersakiti hatinya.” I replied, padahal aku ngga sakit hati sama sekali, lol.
______

Apa kejadian hari ini?

Jadi, waktu aku visit pasien di suatu bangsal, ternyata pasienku itu adalah salah satu orang yang nge-bully aku via Twitter. HA! Tapi tenang, aku tetap berlaku profesional as I should be, dan memperlakukan dia sama seperti aku memperlakukan pasien-pasienku. Aku kaget? Iya, awalnya. Dia kaget? Mungkin. Apa kami bertegur sapa dan nostalgia zaman dulu? Ngga perlu menurutku. Let bygones be bygones. Kalaupun dia minta maaf, aku hanya akan melontarkan kalimat sama seperti yang aku sampaikan ke mas-mas asisten praktikumku. Kenapa? Karena (1) aku ngga marah sama sekali dan (2) I just want them to know that they were so wrong getting involved into someone’s business that they don’t even know about, and they had no right to threw me some nasty and rude comments, especially about my physical appearance.

But that was just a past. Masa lalu yang lucu untuk diceritakan dan pembelajaran yang baik untuk membuat kita jadi lebih bijak dalam bersikap.

Pesan moralnya apa? Berlaku baiklah pada semua orang. Meskipun kamu tau orang itu salah, atau udah nyakitin kamu, ngga perlu dibales. Berdoa aja supaya kamu bisa sukses dan bisa menolong orang yang dzolim sama kamu suatu saat nanti. Dan percaya aja kalau roda itu pasti berputar. Suatu saat entah kamu atau orang itu akan saling membutuhkan, seperti ceritaku di atas. ;)

ps: No, no. Aku sama sekali ngga doain mereka buat jatuh sakit. Kepikiran salah satu dari mereka bakal jadi pasienku aja engga. Tapi intinya, berdoalah yang baik saat kamu sedang merasa terdzolimi, biar Tuhan yang bantu (bukan bales ya).

So, be kind to everyone! xoxo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s