Rumpi Pagi

Ngomong-ngomong tentang kebaikan ya, pagi ini aku keinget tentang salah seorang dokter umum yang baru aku kenal di periode internship ini (no, bukan anak iship). Sekilas penilaianku, dia orangnya vokal dan ngotot plus ngeyelan. Setelah ngobrol dan makin banyak tau tentang dokter itu ternyata… bener wkwkwk.

Waktu pertama ngobrol, orang ini udah ngomongin kejelekan orang lain, and I could remember how I thought about her immediately, “I don’t want to be her friend.” Kenapa? Baru kenal aja dia udah membicarakan keburukan orang lain lho, sorry to say, menurutku dia memandang dunia dengan gayanya, in a negative way.. I mean, kaya ngga ada topik lain aja. Out of so many fun and positive topics in the world she chose “I hate my professor” and started mocking her professors with some nasty words. Salah satunya dia menyebut Papi-ku. Karena takut bikin dia ngerasa ngga enak sama aku (she’s talking shit about my father directly to me, the daughter lho), aku berusaha menghentikannya, dan at some point berhasil. Satu hal yang aku tangkap dari obrolan itu, dia berusaha mengatakan kalau “I’m the best, I’m above all of those shits and beyond”. LOL, maaf siapa anda?

Tapi namanya orang harus tetap berbuat baik. Waktu dia minta tolong ke aku kirimin slide kuliah ya aku kirimin, dsb. Keesokan harinya, dia tau dari temenku kalau aku anak profesor yang dikata-katain kemarin. Mungkin karena malu (bukan karena menyesali perbuatannya) dia minta maaf ke aku. I forgave her but never forget about who she is.

Setelah aku keluar dari tempat kerja itu, aku masih berkawan sama beberapa perawat dan bidan di sana. Ternyata namaku masih sering didengungkan di sana. Aku digambarkan jelek melalui mulutnya ke telinga perawat-bidan. Entah cerita ini benar atau ngga, tapi membaca dari kepribadian dokter umum ini rasanya sulit untuk ngga percaya, LOL. Waktu aku ke tempat kerja itu lagi (untuk mengurus sesuatu), aku ketemu sama dia. Apa yang dia lakukan? “mengadu” padaku kalau suamiku itu orangnya malas visite dan ngga mau disuruh periksa pasien. OUT OF SO MANY TOPICS IN THE WHOLE WORLD HELLOOOOOOOOO. Tanyain kabar kek, gimana internshipnya kek, kelar kapan kek, mau daftar PPDS kapan kek. Banyak lho, and yet she chose to talk shit about other people in front of other people (dan profesi). Emang negatif sih ya mau gimana.

Hal yang bikin aku gemes adalah kok ada ya orang senegatif itu? Koar-koar ke seluruh dunia kalau she’s better than anyone dan orang lain itu ngga sebagus dia. Assalamualaikum? Talking about visite, anda aja ngga pernah visite, bu. Disuruh jaga poli aja kabur-kaburan dan selalu menggunakan berbagai macam alasan untuk ngga jaga, dan memanfaatkan keberadaan internship. Ngakunya anaknya sakit lah, dirinya sendiri sakit lah, siapanya sakitlah. Sampai pernah aku confront ke dia, “Dok, kok anaknya sakit-sakitan sih?” And she couldn’t answer that simple question. Kaget mungkin ya ditodong (sekaligus) dikatain gitu. Ya tapi gimana orangnya patologis banget monmaap.

Ini aja kalau dia baca blog ku, bisa-bisa discreenshot terus ditunjukin ke seluruh dunia kalau “AKU DIKATAIN SAMA ANAK INTERNSHIP! SHE’S THE WORST GUYS!” LOL so be it, doc. Aku ngga takut, karena  pada dasarnya orang yang kamu ceritain itu pun bisa menilaimu, sudah tau kalau kamu ngga sebaik itu dan orang yang kamu omongin jelek itu ngga sejelek itu. Pun kalau kamu baca ini, sebaiknya tulisan ini digunakan sebagai bahan refleksi dan perbaikan diri. ;)

Ini sebagai bahan renungan juga buat aku untuk berlaku baik dan berbicara baik dan tentang kebaikan orang lain. :)

ps: kenapa ngga aku omongin langsung? Remember about how I described her in my first paragraph? Yep.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s