Rumpi Sore

Pemandangan langka adalah Papi dan Mami di rumah selain hari Minggu, yang bahkan hari Minggu aja sering salah satu ngga di rumah. Obrolan singkat tentang rencana tahun 2019 di meja dapur saat Papi kembali bereksperimen mengolah bahan makanan dan aku memainkan laptopku. 

Wow, tahun depan Papi pensiun…

Lalu Papi berjalan menuju ke arah ruang TV dan mengambil keranjang biru yang tadinya akan difungsikan untuk tempat pakaian kotor (supaya memudahkan Bu No, yang membantu mencuci baju di rumah). “Dek, ini ngga pernah dipakai kan?” He asked. “Setauku belum pernah, itu buat baju kan” I replied.

Papi menenteng keranjangnya melintasi ruang TV menuju ruang kerjanya, melewati Mami yang sedang menonton berita. “Eh kuwi arep tak nggo wadah kerudung lho” She said when she saw my father with his blue basket.

“Hahaha, padahal sing tuku aku e, lha ra tau dinggo” He said jokingly while he brought back the basket to its recent place. “Ngalah wae. Ngalah karo istri tercinta. Gitu dek, nek sayang ki ngalah..” He whispered when he placed the basket near me.

Awalnya aku takut rumah ini bakal jadi neraka setelah Papi pensiun, biasa ada post power syndrome. Atau mungkin lebih tepatnya Mami syok karena bukan lagi Ratu di rumah ini setelah Papi lebih banyak beredar di rumah (dengan tipe beliau yang selalu “membenahi” segala sesuatu). Tapi melihat sefruit kejadian tadi sedikit menenangkanku. Insya Allaah akan terus adem ayem..

Sehat terus, Pi & Mi. I love you both! xoxo

One thought on “Rumpi Sore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s