Kenapa?

Let’s say aku ini bukan orang yang pandai bersyukur. Sudah diberi jalan kesini, sudah ada aksesnya, tapi masih saja menuding ini dan itu.

Entah salah siapa, mungkin bukan salah siapa-siapa. Satu yang tak henti-hentinya berputar di otakku adalah “kenapa?”. Sejak dulu. Sejak aku mulai kenal diriku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s