I’m Trying Something New

Disaat teman-teman dokter seangkatanku mempersiapkan masa depannya–melanjutkan spesialis, sekolah s2-s3 di luar negeri, mencari pekerjaan sebagai dokter umum, menikah, fokus mengurusi anak.. dan aku? Tadinya Papi sangat idealis, memintaku untuk langsung sekolah setelah selesai program internship. Tapi, setelah setahun menikah dan masih belum bertambah anggota keluarga di rumah ini, mungkin Papi concern juga..

He advices me to drop everything I’m doing and start to focus on my pregnancy program. Jadi, sekarang yang “dipush” Papi untuk sekolah adalah Mas Yudha. Aku? Ongkang-ongkang kaki di rumah sambil nungguin si Mas pulang beraktivitas.  

Seminggu setelah resmi nganggur, post internship, rasanya agak mumet dan pengen untuk “gerak” lagi, since aku anaknya ngga bisa nganggur, kalau kelamaan nganggur bawaannya jadi sakit dan kusut. So I decided to help a friend to cover her clinic for a day. It turned out so bad, karena aku pulang membawa segudang cerita tentang klinik itu dan merasa harus melakukan sesuatu for good.

Dan dari situ aku menyadari kenapa Papi menyarankan aku untuk di rumah dan ngga usah memikirkan masalah kedokteran, just focus on my program. Karena aku memang “ngga bisa diem”, ada aja yang mau diurusin dan dipikirin. And it steers my mood, and makes me tired all day.

Jadi, memang aku seharusnya berada di rumah dan berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku, dan belajar menjadi ibu yang baik bagi calon anak-anakku.. This is a new thing for me. Hopefully I can survive being at home 24/7.. Bismillaah.. Wish us luck, guys! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s