Dhaup Ageng Pakualaman

Ada pengalaman menarik hari ini saat mengantarkan Papi memenuhi undangan Pakualaman punya hajat mantu. Biasa, kalau orang penting yang mengundang, ada dresscode dan tata cara berbusana. Selain itu selalu disertakan pin khusus di undangan yang diberikan, untuk akses masuk dan membantu panitia menuntun setiap tamu ke kursi tamu sesuai dengan kategorinya (VIP A, B, C, umum, dsb). Jadi hanya Papi dan salah seorang yang diajak yang bisa ikut masuk ke Pakualaman.

Papi diberi amanah untuk menjadi among tamu VIP dan bertugas untuk menyambut Prof. Pratikno, M.Soc.Sc selaku Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan mendampingi beliau memasuki area VVIP, untuk dhahar siang bersama RI I beserta Ibu dan Sri Sultan HB X beserta GKR Hemas.

Seharusnya Mami yang mendampingi Papi dalam bertugas, tapi karena beliau sedang kurang enak badan, jadi aku yang menggantikan tugas beliau, dan tidak menggunakan kain seragam ……… Bahkan awalnya aku mau pakai kebaya merah (bekas wisuda sumpah dokter ku) tapi karena ngga mau terlalu menyala akhirnya aku memilih pakai kebaya akadku yang berwarna krem. And THANK GOD aku pakai krem, karena kalau engga, aku bakal paling saltum di barisan among tamu yang semuanya mengenakan kebaya berwarna kuning kecoklatan. Well, at least warna krem-ku masih masuk dikit lah.

Aku berbaris dengan ibu-ibu bersanggul dan berseragam membentuk pagar betis dari ujung pendopo sampai pendopo utama. Sedangkan Papi (yang meninggalkan aku tanpa ba-bi-bu) berbaris dengan bapak-bapak di seberangku. Rasanya? Ya Allaah isin banget karena (1) Ngga pakai seragam, (2) Aku ngga sanggulan, (3) Aku bukan siapa-siapa, (4) Papi ngga ngasih intro ke ibu-ibu tadi kalau aku putrinya, jadi aku disangka tamu yang hilang arah (mungkin).. dan karena (5) Semua orang tua wkwkwk.

Tadinya mau mundur untuk duduk di pojokan sambil mainan handphone aja, karena teringat omongan Mami kalau ada di situasi begini, “Aku ki nek ora nganggo seragam trimo ngalih, mbangane ngisin-ngisini.. sakdurunge dikandani aku wis rumongso, ben penak kabeh ora ono sing rikuh nek arep ngelikke..” yang artinya adalah “aku itu kalau ngga pakai seragam milih pergi aja, daripada malu-maluin. Sebelum dibilangin aku udah merasa, biar enak semua ngga ada yang sungkan, kalau-kalau mau negur…”

Tapi, hari ini, aku memilih untuk berpegang prinsip dari Papi, “kesempatan tidak akan datang dua kali, dan sejarah tidak akan terulang” dan “Nek durung dikethik ora mundur” alias “kalau belum ditegur ngga akan mundur”, maka aku memberanikan diri untuk tetap berdiri di barisan ibu-ibu sanggulan dan dengan tanpa seragam.

Pukul sebelas tepat, Pak Jokowi dan rombongan tiba di Pura Pakualaman setelah menghadiri pernikahan di Semarang. Beberapa menit sebelum rombongan tiba di halaman Pakualaman, kami diminta paspampres untuk bertukar posisi dengan barisan bapak-bapak (entah kenapa). Akhirnya aku pindah ke sebelah Papi (yang seharusnya sudah berpindah ke posisi seberangku), tapi, lagi-lagi Papi menggunakan prinsipnya, he didn’t even move an inch.

Saat Pak Jokowi datang, beliau tanda tangan buku tamu secara simbolis di depanku persis. Papi? Di sebelahnya dong, he didn’t move, remember? Dan kocaknya adegan ini tertangkap kamera MetroTV dan beberapa saudara dan teman-temanku langsung mengontakku, “Tin! Kamu sama Papi masuk TV!” hahahaha. Berikut bukti jepretan orang. Aku pakai coklat di antara Pak Jokowi dan Bapak-bapak berseragam Abdi Dalem. Wkwkwk #pentingamat

from @pasachannel

Setelah Pak Jokowi berjalan menuju pelaminan di pendopo utama, Papi langsung menghampiri Pak Pratik berjalan di belakang Sri Sultan. Sebelum rombongan kloter kedua ini jalan, Papi celingukan seperti mencariku. Akhirnya, aku memberanikan diri untuk masuk juga ke dalam rombongan itu. Tapi karena Papi sudah agak di depan, akhirnya aku berdampingan dengan Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) dan mendampingi beliau berjalan ke pelaminan. (LOL, harusnya ibu-ibu berseragam tadi yang mendampingi hahahaha).

Kami berjalan beriringan di tengah pendopo menuju tempat berdirinya kedua mempelai. Rasanya salting banget karena (1) kostumnya beda, (2) aku bukan siapa-siapa tapi bersanding dengan pejabat-pejabat keren (3) harusnya ibu-ibu berseragam tadi yang ada di posisiku, tapi mereka terhambat paspampres di belakang (ngga boleh ikut ke pendopo) karena kurang sigap hahaha.

Ngga berhenti di situ, sambil menunggu Pak Jokowi memberi ucapan selamat dan berfoto, berdirilah aku dengan canggung diantara Pak Pratik (kiri) dan Sri Sultan (kanan)ku. Pusing palaku. Mending kalau yang di posisiku waktu itu adalah Papi, bisa ngobrol.. lha ini aku…. salah banget. Cuma modal senyum dan sungkem, hamdallaah ngga malu-maluin ahli waris sampai keturunan ketujuh. Slameeeett..

Setelah pejabat negara semua bersalaman, akhirnya tugas Papi selesai dan bisa duduk di kursi tamu yang disediakan dengan tenang. Dan aku pun bisa bernapas lega. It was a nerve wracking experience, I’m not lying!

Di Pakualaman, acara dikemas dengan tatacara USDEK alias piring terbang. USDEK ini adalah kependekan dari Unjukan, Sup, Dhaharan, Es dan Kondur.

Oya ada hal yang kocak. Jadi, kalau RI-1 mau datang, paspampres ini parnonya bukan main. Sampai-sampai keris (yang sekarang digunakan hanya sebagai aksesoris Beskap/pakaian adat Jawa) yang dibawa oleh para tamu dan among tamu harus diisolasi supaya ngga bisa dikeluarkan dari sarungnya :)))))))

Alhamdulillaah hari ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Pengalaman ini terasa lucu karena aku yang ngga ada harapan dan ngga mimpi apa-apa untuk bertemu dengan pejabat negara, malah kedapetan berdiri di sebelah beliau-beliau dan berjabat tangan (tanpa dusel-duselan, wkwkwk). It was fun!

Selamat kepada BPH Kusumo dan dr. Maya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah aamiin. Salut kepada dr. Maya dan keluarga yang rela nguri-uri kabudayan Jawi dengan melepas atribut keagamaan. Warbyasak!

Terima kasih bagi yang sudah membaca sampai titik terakhir, kalian warbyasak! .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s