Ngomong-ngomong tentang pengangguran

Setelah selesai internship, dokter-dokter baru dilepas bebas mau ngapain aja, sudah ngga diurusin sama fakultas/dinas lagi. Mau jadi ibu rumah tangga sambil ongkang-ongkang kaki di rumah silakan, mau langsung lanjut spesialis silakan, mau daftar jadi dokter umum di klinik/puskesmas/rumah sakit silakan, mau alih profesi dodolan brambang juga silakan. Tapi yang jelas, masa-masa selesai internship kami … Continue reading Ngomong-ngomong tentang pengangguran

Belajar Warna – (1) BAB

Penting untuk kita ketahui seperti apakah buang air besar (BAB) yang normal, baik dari segi frekuensi, volume, konsistensi, warna, bahkan sampai bau. Kenapa? Karena dengan kita tahu normalnya, kita akan tahu apa yang tidak normal. Tentunya sesuatu yang tidak normal itu disebabkan oleh hal yang tidak baik, infeksi kuman misalnya. Minimal kita tahu tiga gambar … Continue reading Belajar Warna – (1) BAB

Mulai Merasakan

Sejak masuk kuliah dan menjalani setahun di sana, ngga pernah kepikiran takut untuk apply kerjaan. Bukan, bukan karena calon dokter hidup udah terjamin. Tapi karena hidup kami sudah diatur oleh pihak akademik fakultas. Setelah S1 ya koas (pendidikan profesi). Setelah itu ya internship (magang). Makanya setelah selesai internship, baru merasakan susahnya cari kerja, bingungnya bikin … Continue reading Mulai Merasakan

Kenapa?

Let's say aku ini bukan orang yang pandai bersyukur. Sudah diberi jalan kesini, sudah ada aksesnya, tapi masih saja menuding ini dan itu. Entah salah siapa, mungkin bukan salah siapa-siapa. Satu yang tak henti-hentinya berputar di otakku adalah "kenapa?". Sejak dulu. Sejak aku mulai kenal diriku.